- Ratusan jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Makassar melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H lebih awal pada Kamis, 19 Maret 2026.
- Ibadah tersebut dihadiri sekitar 100 jemaah di Jalan Perintis Kemerdekaan dan berakhir aman sekitar pukul 08.05 Wita.
- Penentuan Idulfitri lebih cepat disebabkan oleh metode hisab qomariyah yang disepakati para mursyid tarekat.
Tarekat Naqsabandiyah merupakan salah satu tarekat dalam tradisi tasawuf Islam yang memiliki pengaruh luas di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia.
Nama tarekat ini diambil dari tokoh yang dianggap sebagai pendiri atau pengembang utamanya, yakni Bahauddin al-Bukhari an-Naqsyabandi.
Sebagaimana tarekat tasawuf lainnya, Naqsabandiyah menekankan praktik zikir sebagai sarana utama mendekatkan diri kepada Tuhan.
Para pengikutnya meyakini bahwa zikir yang dilakukan secara konsisten dapat membawa seseorang mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
Dalam praktiknya, setiap murid memiliki seorang pembimbing spiritual yang disebut mursyid.
Peran mursyid sangat penting dalam membimbing perjalanan rohani, termasuk membantu murid memahami ajaran tasawuf secara lebih mendalam.
Tarekat ini juga menekankan pentingnya ketaatan terhadap syariat Islam dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan spiritual yang seimbang antara aspek duniawi dan ukhrawi.
Selain itu, Naqsabandiyah dikenal dengan pendekatan tasawuf yang praktis. Para pengikutnya diajarkan untuk tetap aktif dalam kehidupan sosial, bekerja, serta menjalankan kewajiban sehari-hari sebagai bagian dari ibadah.
Baca Juga: 6 Tahun Mandek, Hakim Perintahkan Polisi Segera Usut Tuntas Kasus Kekerasan Jurnalis Makassar
Secara historis, tarekat ini memiliki akar panjang yang dapat ditelusuri hingga abad ke-12.
Tokoh-tokoh awal seperti Yusuf Hamdani dan Abdul Khaliq Ghajdawani berperan penting dalam membentuk dasar ajaran tarekat, terutama dalam praktik zikir dan meditasi yang hening.
Pada abad ke-14, ajaran tersebut berkembang dan kemudian dikenal luas dengan nama Naqsabandiyah, merujuk pada Bahauddin al-Naqsyabandi.
Seiring waktu, tarekat ini berkembang menjadi berbagai cabang dengan karakteristik masing-masing, mengikuti para pemimpin spiritual yang berbeda.
* Mengapa Idulfitri Lebih Cepat?
Pelaksanaan Idulfitri lebih awal oleh jemaah Naqsabandiyah tidak terlepas dari metode penentuan kalender yang mereka gunakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan
-
Operasi Tumor Otak Lewat Kelopak Mata? RSUD Labuang Baji Cetak Sejarah Baru
-
Rp14,15 Triliun Uang Mengalir ke Sulsel, Daerah Mana Paling Banyak Terima?
-
Peringatan Keras Jusuf Kalla untuk Ekonomi RI : Sentil Kebijakan, Utang hingga Perubahan Iklim
-
22 Vespa Kesayangan Ludes Terbakar di KM Mutiara Sentosa II