- Pemprov Sulsel membangun RS Regional Tipe C berfasilitas setara tipe B di Malino, Gowa.
- Proyek multiyears bernilai Rp161 miliar tersebut ditargetkan rampung dan beroperasi pada Agustus 2027.
- Pembangunan fasilitas kesehatan ini bertujuan untuk mendekatkan layanan medis rujukan bagi masyarakat pegunungan.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) resmi memulai pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Selatan yang berlokasi di Kawasan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Pembangunan fasilitas kesehatan ini dirancang untuk mendekatkan akses pelayanan medis rujukan bagi masyarakat lintas daerah, khususnya di wilayah perbatasan Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.
Sekretaris Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Fadli Ananda, menegaskan bahwa keberadaan rumah sakit ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat lintas kabupaten, utamanya di wilayah pegunungan.
"Rumah sakit regional ini dibangun di ketinggian untuk mendekatkan masyarakat pegunungan di Gowa, dan masyarakat sekitar termasuk Kabupaten Sinjai dan Bulukumba yang berbatasan langsung dengan pegunungan di Gowa. Insya Allah, bisa lebih dekat dengan akses kesehatan," ujar Fadli Ananda di Makassar.
Ia menambahkan, pihak legislatif berharap seluruh proses konstruksi berjalan lancar sehingga rumah sakit dapat segera dimanfaatkan oleh warga sesuai target yang telah ditetapkan.
"Rumah sakit ini tentunya kita harapkan beroperasi pada Agustus 2027. Mohon doanya rumah sakit ini bisa melayani masyarakat sekitar yang membutuhkan," tuturnya.
Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Ansariadi, menilai keberadaan RS Regional ini memiliki peran vital dalam melengkapi sistem pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada aspek penanganan medis lanjutan.
"Pendirian rumah sakit penting untuk hal-hal yang sifatnya kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dengan sasaran individu yang sakit. Ini merupakan domain utama rumah sakit," ucap Ansariadi di Makassar, Senin (3/8/2026).
Menurut Ansariadi, keberadaan RS Regional tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama untuk menangani masyarakat yang membutuhkan pengobatan maupun layanan rujukan.
Baca Juga: Operasi Tumor Otak Lewat Kelopak Mata? RSUD Labuang Baji Cetak Sejarah Baru
“Untuk perbaikan kesehatan penduduk, maka kegiatan yang dilaksanakan adalah bersifat promotif dan preventif, sasarannya populasi atau komunitas,” ujarnya.
Karena itu, menurut Ansariadi, pembangunan RS Regional Wilayah Selatan perlu ditempatkan dalam kerangka penguatan sistem kesehatan secara keseluruhan.
Sehingga, kehadiran rumah sakit rujukan di wilayah tersebut dapat melengkapi layanan kesehatan yang telah berjalan di tingkat primer.
“Harapan saya adalah semua analisis yang diperlukan untuk pendirian RS Regional Wilayah Selatan yang baru saja di-groundbreaking oleh Bapak Gubernur Sulsel tersebut sudah dilakukan sehingga dianggap sebagai sebuah kebutuhan,” terangnya.
Diketahui, pembangunan RS Regional Wilayah Selatan merupakan bagian dari program Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel.
Total anggaran yang dialokasikan kurang lebih Rp161 miliar dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup