- RSUD Labuang Baji meluncurkan inovasi bedah saraf minimal invasif ETOS untuk tumor otak pada 1 Agustus 2026.
- Dr. Wahyudi dan tim melakukan prosedur melalui kelopak mata untuk mengurangi trauma dan mempercepat pemulihan pasien.
- Layanan bedah inovatif ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan bagi pasien yang memenuhi indikasi medis tertentu.
SuaraSulsel.id - RSUD Labuang Baji terus mengembangkan inovasi pelayanan kesehatan, khususnya di bidang bedah saraf.
Kini, rumah sakit tersebut menghadirkan Endoscopy Trans-Orbital Surgery (ETOS), yakni teknik bedah saraf minimal invasif melalui sayatan kecil di area kelopak mata untuk penanganan tumor otak pada pasien dengan indikasi medis tertentu.
Tindakan ETOS perdana dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pelaksanaan ini menjadi langkah awal yang penting dalam pengembangan layanan bedah saraf di RSUD Labuang Baji sekaligus menambah pilihan penanganan bagi pasien sesuai indikasi medis.
Prosedur ETOS perdana dilakukan oleh Dr. dr. H. Wahyudi, Sp.BS(K), FICS, FINPS, Dokter Spesialis Bedah Saraf Konsultan RSUD Labuang Baji, bersama tim multidisiplin yang telah mempersiapkan tindakan sesuai standar pelayanan dan keselamatan pasien.
Menjelaskan prosedur tersebut, Dr. dr. H. Wahyudi mengatakan Endoscopy Trans-Orbital Surgery (ETOS) merupakan salah satu inovasi di bidang bedah saraf yang memberikan alternatif penanganan pada kasus-kasus tertentu.
"ETOS merupakan salah satu metode bedah minimal invasif yang memanfaatkan jalur trans-orbital untuk mencapai lokasi tumor tertentu di dasar tengkorak maupun area otak sesuai indikasi," jelasnya.
Menurutnya, dibandingkan teknik operasi konvensional, pendekatan ini memberikan akses bedah yang lebih minimal invasif.
"Sehingga diharapkan dapat mengurangi trauma jaringan, mempercepat proses pemulihan, serta memberikan hasil kosmetik yang lebih baik pada pasien yang memenuhi kriteria," lanjutnya.
Baca Juga: Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar
Dengan terlaksananya tindakan ETOS perdana, RSUD Labuang Baji semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan yang terus mengembangkan layanan spesialistik.
Selain itu, tindakan ini juga ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
RSUD Labuang Baji menegaskan bahwa tidak semua pasien dengan tumor otak dapat menjalani prosedur ETOS.
Pemilihan metode operasi ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, pencitraan radiologi, lokasi dan karakteristik tumor, serta evaluasi menyeluruh oleh tim dokter spesialis.
Dengan demikian, setiap pasien akan memperoleh penanganan yang paling tepat sesuai kondisi medisnya.
Pengembangan layanan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui tersedianya pilihan terapi yang sesuai dengan kebutuhan dan indikasi masing-masing pasien.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah