- DPRD Sulsel mengultimatum pembatalan kenaikan tarif cleaning kontainer hingga 300% karena tidak berdasar hukum.
- Kenaikan signifikan ini berlaku sejak Februari 2026, memicu protes pelaku usaha logistik karena potensi beban biaya.
- INSA Makassar menyatakan tarif itu kesepakatan business-to-business berdasarkan instruksi kantor pusat masing-masing perusahaan.
Zahril mengungkapkan bahwa kenaikan tarif tersebut juga berkaitan dengan upaya pemeliharaan kontainer agar tetap layak digunakan dalam jangka panjang.
Menurutnya, kontainer memerlukan perawatan rutin agar dapat digunakan hingga 10 hingga 15 tahun.
"Kontainer harus di-maintenance agar masa pakainya panjang. Kalau berkarat harus dicat, kalau ada lubang kecil harus dilas, handle diperbaiki, dan bagian lain juga dikoreksi," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh kontainer yang digunakan di Indonesia saat ini masih berasal dari impor, terutama dari China, karena belum ada industri manufaktur kontainer di dalam negeri.
"Semua kontainer di Indonesia itu diimpor dari China, belum ada pabrik lokal yang memproduksinya," tambah Zahril.
Meski demikian, DPRD Sulsel tetap meminta agar kenaikan tarif tersebut ditinjau ulang. Dewan menilai kebijakan itu berpotensi memicu disparitas biaya logistik yang pada akhirnya dapat berdampak pada kenaikan harga barang di tingkat konsumen.
Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (KSOP) Makassar, Jon Kenedi juga menyatakan pihaknya akan segera melaporkan hasil rapat dengar pendapat tersebut kepada kantor pusat di Jakarta.
Ia juga membuka kemungkinan adanya penyusunan regulasi khusus untuk mengatur komponen biaya cleaning dan maintenance kontainer agar terdapat kepastian hukum bagi seluruh pihak.
"Jika memang diperlukan regulasi khusus untuk biaya tersebut, kami akan segera merumuskannya agar ada kepastian hukum bagi semua pihak. Hasil rapat ini juga akan kami laporkan ke pusat," kata Jon.
Baca Juga: Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan di Tol Makassar, Diduga Akibat Aquaplaning
Sementara itu, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Yodi Nalendra menyatakan dukungannya terhadap sikap DPRD Sulsel.
Ia bahkan mengimbau para anggota asosiasi untuk mengikuti arahan DPRD dengan tidak membayar selisih kenaikan tarif tersebut sampai ada keputusan resmi dari pemerintah.
"Sesuai arahan dewan kami diminta tidak membayar kenaikan tarif tersebut," ujar Yodi.
Ia juga menegaskan bagi perusahaan yang sudah terlanjur membayar tarif baru sejak kebijakan itu diberlakukan pada 12 Februari 2026, pihaknya akan menuntut pengembalian dana.
"Apabila keputusan ini nantinya disepakati hingga ke tingkat pusat, maka seluruh biaya tambahan yang sudah dibayarkan harus dikembalikan atau direfund," tegasnya.
Sebelumnya, ALFI memang telah menyampaikan keluhan terkait lonjakan tarif cleaning dan maintenance kontainer yang dinilai terlalu tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045