- Komisi Disiplin PSSI mendenda PSM Makassar total Rp150 juta akibat tiga pelanggaran suporter saat laga kontra Persita, 2 Maret 2026.
- Pelanggaran mencakup masuk lapangan, menyalakan flare, dan pelemparan botol setelah PSM kalah dramatis di Parepare.
- Denda ini menambah akumulasi hukuman PSM akibat ulah suporter selama musim kompetisi Super League 2025/2026.
Sanksi ini menambah daftar panjang hukuman yang harus ditanggung PSM sepanjang kompetisi Super League musim 2025/2026 akibat ulah oknum suporter di Stadion BJ Habibie.
Sebelumnya, dalam sidang Komdis PSSI pada 9 Desember 2025, PSM juga didenda Rp30 juta akibat pelemparan botol air minum yang dilakukan penonton dari Tribun VIP dan Tribun Timur saat pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada 6 Desember 2025.
Tak hanya itu, dalam sidang Komdis PSSI pada 6 November 2025, PSM bahkan dijatuhi denda Rp120 juta akibat dua pelanggaran disiplin saat menjamu Madura United pada 2 November 2025.
Pelanggaran pertama terjadi ketika sejumlah suporter PSM memasuki area lapangan pertandingan dari belakang gawang tim tuan rumah melalui Tribun Utara. Insiden tersebut membuat PSM dikenai denda Rp60 juta.
Sementara pelanggaran kedua terjadi akibat penyalaan flare di Tribun Selatan serta di depan pintu masuk stadion yang juga dilakukan oleh suporter PSM. Untuk insiden ini, Komdis kembali menjatuhkan denda Rp60 juta.
Pada Februari 2026 lalu, PSM juga sempat menerima sanksi serupa setelah pertandingan melawan Semen Padang dalam laga pekan ke-19 Super League 2025/2026.
Kala itu, puluhan suporter memasuki area lapangan saat para pemain PSM masih berada di lingkaran tengah setelah pertandingan berakhir.
Insiden tersebut membuat manajemen klub kembali harus membayar denda sebesar Rp60 juta.
Menanggapi aksi suporter saat laga melawan Persita, Menlu Red Gank, Muh Al Fajri mengakui bahwa tindakan tersebut jelas menimbulkan sanksi dari Komdis PSSI.
Baca Juga: PSM Makassar Tunjuk Zulkifli Syukur, Bagaimana Nasib Tomas Trucha?
Namun, ia menilai kekecewaan suporter muncul karena hasil buruk yang dialami tim belakangan ini.
"Mereka selalu mau dijaga, tapi mereka juga merasa perasaannya tidak dijaga," kata Fajri.
Menurutnya, kekecewaan suporter memuncak setelah PSM gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat melawan Persita.
Kekalahan tersebut dinilai sangat menyakitkan bagi pendukung yang telah memberikan dukungan penuh kepada tim.
Bahkan seusai pertandingan, sejumlah suporter sempat berdebat dengan pemain PSM, termasuk sang bek Yuran Fernandes di tengah lapangan.
Dalam situasi tersebut, Yuran berusaha menenangkan suporter dan menjelaskan bahwa para pemain juga tidak menginginkan hasil buruk tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Unhas Ungkap Riwayat Akademik Siti Zahra, Dokter Internship Ditemukan Tewas di Kalibata City
-
Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret
-
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu