- Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah sekolah Makassar terhenti sejak akhir Mei hingga Juni 2026 mendatang.
- Penghentian distribusi makanan disebabkan oleh suspend operasional 25 dapur SPPG akibat kendala Instalasi Pengolahan Air Limbah.
- Badan Gizi Nasional menunda operasional dapur tersebut demi memastikan standar kebersihan serta keamanan pangan bagi siswa.
SuaraSulsel.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak berhenti di sejumlah sekolah di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir.
Para siswa yang biasanya menerima paket makanan setiap hari kini harus kembali membawa bekal dari rumah.
Di sejumlah sekolah, penghentian itu bahkan memunculkan pertanyaan dari siswa hingga orang tua karena tidak disertai penjelasan rinci mengenai kapan program akan kembali berjalan.
Penelusuran menunjukkan penghentian distribusi MBG diduga berkaitan dengan dihentikannya sementara operasional puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini memasok makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Beberapa sekolah dasar yang terdampak antara lain SD Inpres Batua 1, SD Inpres Batua 2, SD Inpres Tello Baru 2, dan SD Inpres Tello Baru 3.
Kepala SD Inpres Batua 1 Makassar, Hijrah mengaku distribusi makanan bergizi ke sekolahnya sudah berhenti sejak masa libur Iduladha.
Hingga kini, pihak sekolah belum menerima kepastian kapan layanan tersebut akan kembali berjalan.
"Setelah libur lebaran itu sudah tidak ada lagi masuk makanan. Kalau tidak salah sejak 26 Mei," kata Hijrah.
Menurut dia, penghentian distribusi sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pasokan dari dapur yang berhenti beroperasi sempat dialihkan ke dapur SPPG lain sehingga program tetap berjalan.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Beri Bantuan Keluarga Ibu Helmi yang Viral Saat Penertiban di CPI
Namun kali ini situasinya berbeda.
Belum ada dapur pengganti yang ditunjuk sehingga distribusi benar-benar terhenti.
"Dulu pernah juga berhenti sementara, tetapi kemudian dialihkan ke SPPG lain sehingga distribusi kembali berjalan normal. Untuk yang sekarang belum ada kepastian kapan akan kembali beroperasi," ujarnya.
Kondisi tersebut mulai dirasakan para siswa.
Hijrah mengatakan anak-anak yang selama ini terbiasa menerima makanan dari program MBG mulai mempertanyakan keberlanjutan program tersebut.
"Anak-anak sering bertanya kapan MBG kembali ada. Kami hanya bisa menunggu informasi selanjutnya," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045