Tasmalinda
Minggu, 19 April 2026 | 23:06 WIB
Ketua Partia Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei bersama menteri Bahlil [instagram]
Baca 10 detik
  • Kepolisian menangkap HR dan FU atas kasus penikaman yang menewaskan Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara.
  • Dugaan sementara menyatakan motif penyerangan adalah dendam lama terkait kematian kerabat pelaku dalam konflik di Bekasi tahun 2020.
  • Penyidik masih mendalami indikasi perencanaan aksi dan meningkatkan kewaspadaan di Maluku Tenggara untuk mencegah potensi konflik lanjutan.

SuaraSulsel.id - Kasus penikaman yang menewaskan Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026) perlahan mulai mengungkap fakta-fakta baru. Setelah dua terduga pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat, penyelidikan kini mengarah pada dugaan kuat adanya konflik lama yang belum terselesaikan.

Kepolisian telah mengidentifikasi dua orang terduga pelaku, yakni HR alias Hendra (28) dan FU alias Finis (36). Keduanya berasal dari Ohoi Holat Atas, Maluku Tenggara. HR diketahui lahir di Watran pada 6 September 1997, sementara FU lahir di Holat pada 24 Maret 1990.

Meski identitas dasar telah diketahui, latar belakang lengkap serta peran masing-masing dalam penyerangan masih terus didalami oleh penyidik.

Dari hasil pemeriksaan awal, motif penyerangan diduga dilatarbelakangi dendam lama. Kedua pelaku disebut menuding Nus Kei sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Holat, dalam peristiwa yang terjadi pada 2020 di kawasan Kalimalang, Bekasi. Kasus tersebut sebelumnya juga sempat menjadi perhatian karena melibatkan konflik kelompok.

Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa dugaan motif tersebut belum dapat disimpulkan secara final. Penyidik masih terus menggali keterangan dari para pelaku untuk memastikan latar belakang sebenarnya, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi penyerangan.

Selain itu, muncul pula dugaan bahwa aksi penikaman ini tidak sepenuhnya terjadi secara spontan. Lokasi kejadian yang berada di area bandara, dengan tingkat pengawasan yang relatif ketat, memunculkan pertanyaan apakah pelaku telah merencanakan aksi tersebut sebelumnya.

Polisi masih menelusuri kemungkinan ini, termasuk apakah pelaku sudah berada di lokasi sebelum korban tiba. Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, aparat juga meningkatkan kewaspadaan di wilayah Maluku Tenggara. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi konflik lanjutan, mengingat kasus ini memiliki keterkaitan dengan peristiwa di masa lalu yang sempat memicu ketegangan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Semua pihak diminta untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Sejauh ini, penangkapan dua pelaku menjadi titik awal terungkapnya kasus tersebut. Namun, di balik itu, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Apakah benar motifnya semata dendam lama, atau ada faktor lain yang belum terungkap, masih menjadi fokus penyelidikan.

Baca Juga: Usai Penikaman Nus Kei, Mengapa Nama John Kei Ikut Ramai Dibicarakan?

Kasus ini pun menunjukkan bahwa fakta yang mulai terungkap justru membuka lapisan baru yang lebih kompleks. Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan penuh dari penyelidikan yang tengah berjalan.

Load More