- Polrestabes Makassar akan menindak tegas pemain senjata plastik jika mengganggu ketertiban umum dan membahayakan masyarakat.
- Peluru senjata plastik merek Omega yang berbahan jelly dapat melukai mata korban hingga memerlukan perawatan medis serius.
- Wali Kota Makassar berencana menerbitkan Peraturan Walikota untuk mengatur peredaran dan penggunaan senjata mainan tersebut.
SuaraSulsel.id - Kepolisian di Kota Makassar mulai menindak tegas para pemain tembak-tembakan menggunakan senjata plastik yang kini viral karena bisa melukai dirinya dan membahayakan orang lain.
"Kalau ada kejadian serupa lagi, sesuai prosedur kalau ada akan kami bubarkan, akan kami halau, kalau perlu senjatanya akan kami sita," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan, senjata plastik merek Omega ini awalnya digunakan anak-anak bermain-main. Namun sering perkembangan senjata mainan ini viral bahkan digunakan remaja perang-perangan. Peluru yang dipakai juga bisa menyakiti walau berbahan jelly.
"Peluru Omega ini kan gel atau jelly, jika kemudian dicelupkan ke air menjadi besar, dan ketika ditembakkan cukup sakit kalau jaraknya 3-5 meter begitu. Bahkan kemarin sudah ada ibu-ibu kena matanya, anak kecil juga kena mata sampai harus diperban," tutur Kapolres.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak bermain-main senjata mainan tersebut, kecuali ada tempat khusus atau diperlombakan. Tetapi, kalau sudah bermain di jalanan sampai merugikan warga dan ketertiban umum terganggu, maka pasti ditindak.
"Ini sangat disayangkan, tentu akan menimbulkan ekses bukan hanya kecelakaan atau luka atau mungkin sampai meninggal dunia. Tetapi juga ada ekses pidana ketika itu sudah menyakitkan orang lain," katanya menekankan.
Di sisi lain, kepolisian yang mengambil sikap menjadi dilema, antara membubarkan saat mereka saling tembak-tembakan, atau menindak tegas dan terukur sebab ada konsekuensi hukumnya.
Menyusul adanya kejadian anggota polisi bernama Iptu N saat membubarkan perang-perangan tersebut di jalan Toddopuli.
Naas, usai memberikan tembakan peringatan ke udara di saat bersamaan mengamankan seorang pemuda main perang-perangan karena mengganggu pengguna jalan, tidak sengaja pistolnya meletus mengenai bagian belakang korban hingga meninggal dunia.
Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin terkait dengan penggunaan senjata mainan ini dijual secara bebas, namun belakangan menjadi masalah.
Baca Juga: Warga Makassar Dilarang Nyalakan Petasan di Akhir Ramadan
"Pak Wali Kota Insyaallah sudah berjanji akan membuat Perwali untuk masalah senjata-senjata Omega ini. Supaya tidak ada lagi yang secara bebas menggunakan senjata ini lalu menggunakannya untuk kepentingan mengganggu kamtibmas," katanya.
Alasannya, dari sejumlah video viral di media sosial, sekelompok remaja maupun pemuda setelah saling bertemu langsung perang tembak-tembakan bahkan berkelompok mengendarai motor tembak-tembakan di jalanan. Tentu ini membahayakan diri maupun orang lain sehingga perlu penindakan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut merespons masalah sosial ini. Ia menilai dengan rentetan kejadian dengan fenomena yang terus berkembang penyalahgunaan mainan itu maka tidak bisa dianggap sepele dan perlu ditindak tegas, sebab sudah mengganggu ketertiban umum.
"Ini tidak boleh dibiarkan, permainan tembak-tembak tersebut harus ditangani secara serius oleh seluruh pihak. Penanganan dan pengawasan bersama, mulai dari pihak kepolisian, pemerintah kecamatan hingga lingkungan keluarga baik RT/RW harus bertindak," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Senjata Mainan 'Omega' Telan Korban Warga Makassar: Ibu dan Anak Sudah Kena Mata
-
Jejak Karier AKP Arifan, Terima Setoran Puluhan Juta Dari Bandar Narkoba
-
5 Hak Tetangga yang Wajib Anda Tahu Agar Ramadan Berkah
-
MTF Market 'Fasting Forward', Ada Cashback 50 Persen dan Hadiah Menarik dari Transaksi QRIS
-
Modus Penipuan Umrah Rp1,8 Miliar di Kendari, Korban Ratusan Orang