- Ketua Komnas HAM meminta internalisasi prinsip HAM di Polri setelah Bripda DP diduga tewas akibat penganiayaan seniornya di Makassar.
- Komnas HAM berharap Komisi Percepatan Reformasi Polri menghasilkan rekomendasi perbaikan kinerja aparat yang berpihak HAM.
- Anggota Polri Bripda DP meninggal di Asrama Polda Sulsel, keluarga menemukan kejanggalan memar dan mulut berdarah pada jenazah.
SuaraSulsel.id - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan internalisasi nilai dan prinsip HAM harus senantiasa diarusutamakan (mainstreaming) di internal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Pernyataan itu disampaikan Anis merespons seorang anggota Polri, Bripda DP, yang diduga tewas akibat dianiaya seniornya di dalam Asrama Polisi, kompleks Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, Makassar.
“Praktik-praktik seperti itu harus dihentikan, apalagi Indonesia sudah cukup lama, 27 tahun yang lalu, meratifikasi Konvensi Internasional Menentang Penyiksaan sehingga internalisasi HAM harus terus di-mainstreaming-kan di institusi Polri,” ucapnya menjawab ANTARA saat diwawancarai di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (24/2).
Anis menjelaskan Komnas HAM, saat diundang oleh Komisi Percepatan Reformasi Polri, telah menyampaikan secara terbuka catatan kasus aduan terkait dugaan pelanggaran hak asasi oleh aparat kepolisian.
“Bagaimana praktik-praktik tentang penganiayaan, kekerasan, tindakan represif itu kan seperti menjadi kultur, ya, dalam kepolisian menjalankan tugas dan fungsi mereka gitu, baik itu dalam konteks penegakan hukum maupun dalam relasi di internal maupun relasi dengan masyarakat sehingga itu tidak boleh diteruskan,” ucapnya.
Oleh sebab itu, Komnas HAM berharap Komisi Percepatan Reformasi Polri nantinya dapat menghasilkan rekomendasi yang berpihak pada HAM dalam memperbaiki kinerja aparat dan institusi Polri secara keseluruhan.
“Untuk lebih memiliki komitmen dan memprioritaskan dalam penggunaan hak asasi manusia sebagai pedoman dalam menjalankan kinerjanya,” pesan Anis.
Sebelumnya, seorang anggota Polri muda berpangkat Bripda inisial DP dilaporkan tewas diduga dianiaya seniornya di dalam asrama Polda Sulawesi Selatan.
Namun, pihak berwajib belum dapat memastikan penyebab sebenarnya kematian DP.
Baca Juga: Pengusaha Marsela Zelyanti Laporkan 3 Akun Medsos dan 2 Media Online ke Polda Sulsel
"Kita belum bisa pastikan, korban pengeroyokan atau bukan, yang pasti kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang termasuk rekan atau lichting-nya dan seniornya DP. Mungkin bertambah lagi nanti (diperiksa)," ujar Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol. Zulham Effendi di Makassar, Minggu (22/2).
Kejadian tersebut diketahui setelah menerima informasi dari Direktorat Samapta Polda Sulsel terkait adanya keluhan korban usai salat subuh setelah sahur.
Laporan awal, bersangkutan dikabarkan jatuh sakit saat berada di asrama polisi tersebut. Selanjutnya dilarikan ke RSUD Daya untuk penanganan medis.
Namun naas, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Awalnya pihak keluarga dikabari korban sakit, tetapi saat pihak keluarga mendatangi rumah sakit, ditemukan kejanggalan tubuh korban mengalami memar dan mulut berdarah.
Merasa ada yang ganjil atas kematian almarhum, jenazah di bawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk dilakukan tindakan visum guna memastikan apakah korban mendapat tindakan kekerasan saat berada di asrama polisi tersebut.
"Makanya untuk membuktikan itu (tindak kekerasan), kita bawa ke RS Bhayangkara, karena awalnya dibawa ke RS Daya. Saya sudah sampaikan ke Kabid Dokkes Polda Sulsel termasuk kepada dokter yang memeriksa silakan diperiksa dengan benar, jangan ada yang ditutup-tutupi, kalau memang ada kekerasan," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Intip 7 Gurita Bisnis Kalla Group yang Jarang Diketahui Publik
-
Serapan Anggaran Gowa Masih di Bawah 50 Persen, Darmawangsyah Muin Beri Peringatan Keras
-
357 Tahun Sulsel: Ekonomi Tumbuh 5,59 Persen, Kemiskinan Turun 15 Ribu Orang
-
Darmawangsyah Muin Belum Jadi Bupati Gowa Definitif, Ternyata Ini Kendalanya
-
Rumah Dialih Fungsi Jadi Kafe Tanpa Izin? Siap-siap Disegel Pemkot Makassar