- Polisi menangkap pria berinisial I (19) atas dugaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap anak perempuan berusia 12 tahun di Makassar.
- Pelaku sempat membuat keributan di lokasi kejadian saat olah TKP untuk mengecoh petugas agar segera meninggalkan tempat penemuan mayat.
- Hasil pemeriksaan mengungkap pelaku memancing korban ke rumah kosong sebelum melakukan aksi kekerasan seksual serta penganiayaan hingga korban meninggal dunia.
SuaraSulsel.id - Aparat kepolisian membekuk pelaku inisial I (19) yang diduga merudupaksa disertai pembunuhan terhadap anak korban perempuan inisial JN (12) yang ditemukan dalam toilet rumah kosong tanpa busana, di Jalan Sultan Abdullah II, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Dari hasil penyelidikan awal, tim di lapangan berbicara dengan para saksi, melihat kondisi. Saat sedang olah tempat kejadian perkara (TKP), ada ribut-ribut di sana, ternyata pelaku berupaya mengalihkan perhatian," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di Makassar, Rabu (27/5).
Modus ribut-ribut dengan warga saat proses olah TKP tersebut, kata Kapolrestabes, untuk mengalihkan perhatian tim Inafis dan Dokpol serta personel kepolisian dari Satreskrim Polsek Tallo dan Polrestabes agar segera meninggalkan lokasi.
Merespons insiden keributan itu, petugas mencurigai seorang lelaki berbaju merah yang terlihat mencurigakan, selanjutnya diamankan di lokasi kejadian. Belakangan diketahui dia pelakunya.
"Itu dilakukan (ribut-ribut) supaya polisi cepat pergi dari situ mengurusi kegiatan lain, ternyata ini adalah pelakunya dengan inisial I usia 19 tahun, dia adalah pelakunya," tuturnya.
Saat diamankan, pelaku mengakui perbuatannya setelah diinterogasi secara mendalam. Pelaku tega melakukan perbuatan bejatnya, kepada korban karena terbawa nafsu birahi.
"Berdasarkan keterangan dari pelaku, memang sudah memperhatikan korban sejak lama. Selain itu, dia juga pengguna narkotika dan sering nonton film porno di ponselnya. Itu awal yang memicu dia melihat anak umur 12 tahun ini," ujar Kapolrestabes.
Modus yang dilakukan pelaku memanggil korban untuk dibelikan air mineral. Setelah korban membelikannya, kemudian disuruh membeli makanan. Setelah korban kembali membawakan makanan ke pelaku, lalu diseret masuk rumah kosong.
"Korban langsung dibekap mulutnya, setelah itu dibenturkan kepalanya, karena memang meronta. Kepala korban dibenturkan ke bawah (lantai) dan sangat tidak manusiawi," tutur Arya.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo 923 Kilogram Disembelih di Makassar
Tidak sampai di situ, lanjut Arya, perbuatan kejinya kembali dilancarkan pelaku. Setelah korban pingsan, ia kembali melakukan aksi bejatnya.
Mengenai penyebab kematian korban, kata mantan Kapolres Metro Depok ini, pihaknya masih menunggu hasil otopsi secara resmi dan akan dijelaskan nanti oleh tim dokter.
Sementara itu, awal penemuan jenazah korban, saat salah seorang warga setempat bernama Mahyudin diberitahu orang yang hendak buang air kecil di rumah kosong tersebut menemukan kaki. Saat dicek, ternyata mayat seorang anak perempuan dengan kondisi telanjang dalam toilet, kepalanya di tutupi televisi tabung.
Saksi melaporkan ke personel polisi di pemukiman sekitar, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Tallo. Setibanya di lokasi, personel lalu memasang garis polisi untuk pengamanan. Kemudian, jenazah korban dibawa ke RS Bayangkara untuk diotopsi
"Informasi ada penemuan mayat, kita melakukan penutupan TKP dan berkoordinasi dengan Dokpol dan Inafis. Kita menunggu hasil pemeriksaan. Kalau korban di bawah umur, seorang perempuan, kelas tiga SD. Tim forensik masih mendalami, kami belum bisa memastikan luka di tubuh korban," kata Kapolsek Tallo AKP Asfada.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Andi Sudirman Masuk Daftar 10 Gubernur Berkinerja Baik Versi Anak Muda
-
Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Unhas Berakhir Rusuh, Satu Mahasiswa Diamankan
-
Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati
-
Mark-up hingga Peserta Fiktif, Daftar Modus Korupsi Balai Pelatihan Dibongkar Kejati Sulsel
-
Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar