- Manajemen PSM Makassar memanggil pemain Ricky Pratama (22) untuk klarifikasi dugaan penganiayaan dilaporkan pada 18 Februari 2026.
- Pelaporan ke Polda Sulsel dilakukan oleh AD (25) terkait dugaan kekerasan pada 6 Februari 2026 di Makassar.
- Insiden diduga dipicu cekcok terkait permintaan biaya pulang dan berakhir dengan luka fisik serta ancaman pembunuhan.
SuaraSulsel.id - Manajemen PSM Makassar akhirnya angkat bicara menyusul laporan dugaan penganiayaan yang menyeret salah satu pemainnya, Ricky Pratama (22).
Pemain yang juga pernah membela Tim Nasional Indonesia itu dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan oleh seorang perempuan berinisial AD (25).
Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Karim mengatakan pihak klub telah memanggil yang bersangkutan untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut.
"Merespons informasi yang beredar terkait laporan dugaan penganiayaan oleh saudara Ricky Pratama, pihak klub telah memanggil pemain untuk memberikan penjelasan," ujar Sulaiman, Selasa, 18 Februari 2026.
Ia menegaskan, pada prinsipnya persoalan yang dilaporkan tersebut merupakan ranah pribadi pemain. Meski begitu, klub tetap memantau perkembangan proses hukum yang berjalan.
"Ini adalah ranah pribadi pemain dan klub memberikan waktu kepada pemain untuk mengikuti proses hukum yang ada. Untuk menghindari isu-isu liar, klub akan berpegang pada asas kepastian hukum dengan memantau perkembangan status hukum yang bersangkutan," jelasnya.
Kronologi Dugaan Penganiayaan
Sebelumnya, AD resmi melaporkan Ricky ke Polda Sulawesi Selatan pada Minggu, 15 Februari 2026. Ia datang didampingi kuasa hukumnya, Eko Saputra.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan fisik yang disebut terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026, di kamar kos korban di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang, Makassar.
Baca Juga: Pemain PSM Makassar Ricky Pratama Dipolisikan, Korban Mengaku Dicekik dan Diancam Dibunuh
Menurut Eko, insiden bermula dari cekcok antara kliennya dan Ricky menjelang keberangkatan tim PSM Makassar untuk laga tandang melawan PSBS Biak di Yogyakarta.
"TKP-nya di kos korban. Tepat tanggal 6 itu rencana PSM mau away ke Jogja dan sebelum berangkat terjadi cekcok," kata Eko, Senin, 16 Februari 2026.
Cekcok tersebut diduga berujung pada tindakan kekerasan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, AD mengalami sejumlah luka.
"Dari hasil rekam medis klien kami ada bekas cekikan di leher dan bekas cakaran di lengan. Klien kami juga mengaku sempat diancam akan dibunuh," ungkapnya.
Eko menjelaskan, kliennya telah menjalin hubungan dengan Ricky selama sekitar empat hingga lima bulan.
Selama itu, AD tinggal di Makassar dan menyewa kamar kos yang lokasinya tidak jauh dari mes pemain PSM.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ahli Waris Tagih Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang, Pemprov Sulsel : Sudah Bersertifikat dan Clear
-
Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta