- Seorang perempuan berinisial AD (25) resmi melapor ke Polda Sulsel pada 15 Februari 2026 atas dugaan penganiayaan oleh Ricky Pratama (22).
- Dugaan kekerasan terjadi pada 6 Februari 2026 di kamar kos korban di Makassar, menyebabkan luka cekikan dan ancaman pembunuhan.
- Kasus ini muncul setelah unggahan di media sosial pada 10 Februari 2026 mengaitkan insiden dengan jadwal laga tandang PSM Makassar ke Yogyakarta.
SuaraSulsel.id - Seorang perempuan berinisial AD (25) resmi melaporkan pemain PSM Makassar, Ricky Pratama (22) yang juga pernah membela Timnas Indonesia ke Polda Sulawesi Selatan atas dugaan penganiayaan.
AD datang melapor pada Minggu, 15 Februari 2026 didampingi kuasa hukumnya, Eko Saputra. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan fisik yang disebut terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026 di kamar kos korban di Jalan Anuang, Kecamatan Mamajang, Makassar.
Eko mengatakan insiden itu bermula dari cekcok antara korban dan kekasihnya, yang merupakan terlapor menjelang keberangkatan tim PSM Makassar untuk laga tandang melawan PSBS Biak di Yogyakarta.
"TKP-nya di kos korban. Tepat tanggal 6 itu rencana PSM mau away ke Jogja dan sebelum berangkat terjadi cekcok," kata Eko, Senin, 16 Februari 2026.
Cekcok tersebut kemudian berujung pada dugaan penganiayaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, AD mengalami sejumlah luka.
"Dari hasil rekam medis klien kami ada bekas cekikan di leher, di lengan ada bekas cakaran. Klien kami juga mengaku diancam akan dibunuh," ujar Eko.
Eko menuturkan kliennya telah menjalin hubungan dengan Ricky selama sekitar empat hingga lima bulan. Selama itu, AD tinggal di Makassar dan menyewa kamar kos yang lokasinya tidak jauh dari mes pemain PSM Makassar.
Menjelang keberangkatan tim ke Yogyakarta, AD disebut meminta agar dipulangkan ke kampung halamannya di Magelang karena tidak memiliki biaya.
Ia kemudian meminta Ricky membelikannya tiket agar bisa ikut ke Yogyakarta, ssebelum melanjutkan perjalanan pulang.
"Klien kami tidak punya uang untuk balik ke Magelang. Akhirnya RP dibujuk untuk membelikan tiket ikut ke Jogja," ungkapnya.
Menurut Eko, tiket tersebut memang dibelikan. Namun setibanya di Bandara Yogyakarta, korban mengaku ditinggalkan sendirian.
"Tiket dibelikan, tapi setibanya di bandara Jogja klien kami ditinggalkan," jelasnya.
Usai kejadian, AD menjalani visum sekitar pukul 02.00 Wita. Namun hasil visum baru bisa diambil setelah adanya laporan resmi ke kepolisian.
Kasus ini mencuat ke publik setelah sebuah akun Threads bernama @myamoureeeee mengunggah pengakuan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban kekerasan oleh kekasihnya yang disebut sebagai pemain tim nasional sekaligus berkarier di Liga 1.
Unggahan itu diposting pada 10 Februari 2026 dan dengan cepat menyebar luas di media sosial.
Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku telah menjalin hubungan selama lima bulan dengan sosok yang disebutnya cukup dikenal publik. Keributan disebut bermula saat keduanya membahas rencana mengakhiri hubungan.
"Aku kemarin pacaran lima bulan sama dia. Dia bisa dibilang terkenal, pemain timnas juga pemain Liga 1 Indonesia. Kita sempat berantem karena mau putus. Penyebabnya hal yang buat aku sakit banget, dia selingkuh sama mantannya lagi," tulis akun tersebut.
Ia juga mengaku menjadi lebih posesif setelah mengetahui dugaan perselingkuhan tersebut. Menurut pengakuannya, insiden kekerasan terjadi bertepatan dengan keberangkatan sang pemain untuk laga tandang pada 6 Februari 2026.
Korban dalam unggahan itu menyebut dirinya tidak memiliki keluarga di kota tersebut dan selama ini tinggal bersama terlapor. Masa sewa kos disebut telah berakhir dan tidak diperpanjang.
"Di kota itu literally aku nggak punya siapa-siapa, kecuali dia," tulisnya.
Unggahan itu memicu spekulasi luas di kalangan warganet. Banyak pengguna media sosial mencoba menebak identitas pemain yang dimaksud dengan mencocokkan jadwal pertandingan Liga 1.
Diketahui, pada 8 Februari 2026 PSM Makassar dijadwalkan menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejumlah nama pemain yang pernah atau sedang membela Timnas Indonesia pun ikut terseret dalam perbincangan publik.
Akun media sosial Ricky Pratama menjadi salah satu yang diserbu komentar warganet. Kolom komentarnya dipenuhi tudingan, meskipun belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi keterlibatannya dalam kasus tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak Ricky Pratama maupun manajemen PSM Makassar terkait laporan dugaan penganiayaan tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Didik Supranoto saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi yang beredar dan menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
"Saya cek dulu," katanya singkat.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Gustavo Almeida Beberkan Masalah Besar Persija di Awal Putaran Kedua Super League
-
GBK Dipakai Timnas Indonesia, Persija Bidik JIS saat Jamu PSM Makassar
-
Nabilla Aprillya Mantan Atta Halilintar Babak Belur, Diancam Dihabisi Nyawanya
-
Hesti Purwadinata Diancam Roby Tremonti, Desta Beri Kode Pasang Badan
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Pemain PSM Makassar Ricky Pratama Dipolisikan, Korban Mengaku Dicekik dan Diancam Dibunuh
-
An Nadzir Tetapkan Syaban 30 Hari, Puasa Dimulai 18 Februari 2026
-
Disdik Makassar Sesuaikan Libur Ramadan dan Idulfitri 2026
-
Makassar Semarak Sambut Imlek, Ratusan Polisi Dikerahkan
-
Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar