- Dinas Pendidikan Makassar membantah isu ratusan siswa SMP negeri tidak terdaftar di Dapodik pasca PPDB 2024/2025.
- Kekhawatiran muncul karena beberapa sekolah kelebihan siswa akibat penambahan rombel tidak disetujui pusat.
- Siswa yang melebihi kuota telah dialihkan ke sekolah lain dan dipastikan terdata resmi di Dapodik tanpa kendala administrasi.
Achi menekankan pembatasan jumlah siswa per kelas bukan tanpa alasan. Tujuannya untuk menjaga mutu pembelajaran.
"Kalau satu kelas terlalu banyak, guru tidak bisa maksimal. Mengajar itu butuh efektivitas. Dengan 32 siswa per kelas, proses belajar lebih optimal," ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau orang tua ke depannya agar tidak memaksakan anaknya masuk ke sekolah negeri tertentu jika kuota sudah penuh. Menurutnya, semua sekolah baik negeri maupun swasta memiliki standar mutu yang sama.
Disdik Makassar bahkan membuka opsi sekolah swasta tidak berbayar dalam sistem penerimaan siswa baru ke depan. Opsi ini akan menjadi salah satu pilihan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
"Kami siapkan juga sekolah swasta yang tidak berbayar sebagai alternatif. Jadi orang tua punya pilihan. Jangan sampai memaksakan masuk negeri kalau kuotanya memang tidak ada," jelas Achi.
Ia menambahkan pemerintah pusat juga tidak membedakan dukungan antara sekolah negeri dan swasta. Program revitalisasi sarana dan prasarana, termasuk penyediaan papan interaktif dan fasilitas pembelajaran digital, diberikan merata.
Selain itu, kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga berlaku untuk seluruh siswa, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong daya saing dan kompetensi peserta didik secara merata.
"Mutu pendidikan tidak hanya ada di negeri. Swasta juga kita dorong kualitasnya sama," ujarnya.
Achi memastikan seluruh persoalan pendataan siswa kini sudah dituntaskan. Para siswa yang sebelumnya disebut terancam tidak terdaftar telah mendapatkan sekolah dan tercatat secara administratif.
Baca Juga: Berawal dari Game Online, Gadis Makassar 17 Tahun Ditemukan Disekap 3 Bulan
"Kami pastikan semua anak tetap sekolah, tetap aman, dan tetap terdata," tegasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Mau Tukar Mata Uang Asing? BRI Money Changer Mudah Ditemukan
-
Google Maps Rilis Citra Satelit Terbaru: Jalur Gaza Berubah Jadi Lautan Puing
-
Ferdy Sambo Akan Hadiri Pemakaman Ibunda di Sulawesi? Ini Penjelasan Keluarga
-
Laboratorium Temukan Bakteri Berbahaya di Potongan Buah Naga Menu MBG
-
Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri