- Pemkot Kendari menetapkan status tanggap darurat banjir di Kali Wanggu sejak 11 Mei untuk mempercepat penanganan infrastruktur.
- Wali Kota Kendari menggandeng pemerintah pusat untuk membangun tanggul permanen guna mengatasi luapan air di wilayah tersebut.
- Pemerintah menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang bertahan di sekitar lokasi banjir meski telah disediakan tempat evakuasi.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari fokus melakukan perbaikan tanggul untuk mengatasi luapan air penyebab banjir di Kawasan Kali Wanggu Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat ditemui di Kendari, Kamis (14/5), mengatakan bahwa dalam penanganan banjir tersebut pihaknya menggandeng lintas sektor baik dari pemerintah provinsi maupun pusat guna mempercepat pemulihan infrastruktur di kawasan Kali Wanggu.
Ia menyampaikan bahwa untuk penanganan awal telah dilakukan dengan menetapkan status tanggap darurat bencana di wilayah tersebut sejak Senin (11/5) guna merespons dampak banjir yang meluas.
"Hari ini kami telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor bersama jajaran Forkopimda serta perwakilan kementerian terkait seperti Balai Pelaksanaan Jalan Nasional dan Balai Wilayah Sungai," kata Siska.
Ia menjelaskan salah satu langkah awal yang diambil adalah melakukan penutupan pintu air atau pintu klep di beberapa titik strategis mengingat debit air mulai surut.
"Selain itu penyedotan air juga dilakukan pada area pemukiman warga yang masih tergenang," ujarnya.
Menurut Siska penanganan di kawasan tersebut menjadi prioritas karena merupakan titik utama penyaluran air yang berdampak pada 60 persen wilayah banjir di Kota Kendari.
"Kami berkolaborasi agar segera ada pembuatan tanggul banjir. Hal ini sudah disetujui pemerintah pusat dan akan dilakukan secepat mungkin agar aliran air yang bercabang ke pusat kota bisa tertangani lebih serius," jelas Siska.
Terkait kondisi pengungsi, Siska mengungkapkan terdapat sejumlah warga yang memilih bertahan di atas tanggul karena enggan menjauh dari kediaman mereka meskipun pemerintah telah menyediakan lokasi evakuasi.
Baca Juga: BPBD Kendari Bantu Bersihkan Sisa Lumpur Pascabanjir di Rumah Warga
Menyikapi hal tersebut pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan tambahan berupa selimut dan kelambu untuk memastikan kesehatan warga yang bertahan di lokasi pengungsian mandiri tersebut tetap terjaga.
"Kami sudah arahkan ke lokasi evakuasi namun warga ingin tetap dekat dengan rumahnya. Karena itu kami tambahkan perlengkapan pendukung seperti selimut dan kebutuhan lainnya," tambah Siska.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi
-
Mahasiswa di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua
-
DPRD Setuju Makzulkan Bupati Gowa, Kenapa Husniah Talenrang Belum Resmi Dicopot?
-
Kok Bisa Ratusan Ton Udang Asing 'Nyelonong' Masuk ke Indonesia?
-
Bikin Haru! Aksi Seru Anak-Anak Disabilitas SLBN 1 Makassar Rayakan HUT RI