- BPBD Kota Kendari mengerahkan 59 personel untuk membersihkan endapan lumpur sisa banjir di rumah warga pada Kamis, 14 Mei.
- Sebanyak 1.000 personel gabungan diterjunkan guna mempercepat pemulihan di tujuh lokasi terdampak yang masih terendam lumpur tebal.
- Petugas menerapkan sistem kerja mobile serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebersihan di wilayah terdampak banjir tersebut.
SuaraSulsel.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengerahkan personel untuk membantu membersihkan rumah warga yang masih digenangi lumpur pascabanjir melanda daerah tersebut.
Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang saat ditemui di Kendari, mengatakan pembersihan sisa lumpur sebagai langkah cepat usai status darurat bencana ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
"Jika masyarakat masih butuh bantuan membersihkan rumah, kami langsung turun tangan," kata Cornelius Padang, Kamis (14/5).
Ia menyampaikan meski cuaca telah membaik dalam dua hari terakhir, kendala utama di lapangan adalah endapan lumpur tebal yang menyertai genangan air masih merendam rumah warga.
BPBD sendiri menurunkan 59 personel berpatroli membantu membersihkan sisa genangan lumpur pascabanjir.
"Kami tidak berdiam di posko. Kami "mobile" ke masyarakat, daerah yang sudah bersih kami ceklis, lalu kami bergeser ke lokasi yang masih memerlukan penanganan," ujarnya.
Cornelolius Padang mengatakan dari 18 titik lokasi terdampak banjir di Kendari hingga kini tersisa tujuh lokasi yang masih memerlukan penanganan intensif.
Daerah yang masih terendam air dan lumpur seperti bantaran Kali Wanggu, Belakang Rumah Sakit Hermina, beberapa RT di Kecamatan Kambu, wilayah Anduonohu, hingga perumahan dekat kantor lurah Lepo-lepo.
"Ada yang genangannya setinggi betis, ada yang setinggi mata kaki. Kami pastikan personel tetap siaga sampai kondisi benar-benar clear," ungkap Cornelius Padang.
Baca Juga: Jaksa Gadungan Ditangkap di Kendari
Ia mengatakan kondisi lumpur tebal menjadi kendala para petugas, sehingga BPBD berkoordinasi dengan dinas pemadam dalam pembersihan di rumah warga yang terdampak.
"Masalahnya karena air yang masuk bukan air jernih, tapi bercampur lumpur. Jadi pembersihannya memerlukan waktu dan tenaga," ungkapnya..
Ia menambahkan, BPBD telah membangun Posko Komando Induk yang berpusat di wilayah Kali Wanggu.
Meski posko fisik tersedia, petugas di lapangan lebih banyak menerapkan sistem mobile atau bergerak langsung ke titik-titik bencana.
Selain itu, untuk mempercepat proses pemulihan, sebanyak kurang lebih 1.000 personel gabungan telah diterjunkan ke lapangan.
Kekuatan ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Kesehatan dan pihak Rumah Sakit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mau Tukar Mata Uang Asing? BRI Money Changer Mudah Ditemukan
-
Google Maps Rilis Citra Satelit Terbaru: Jalur Gaza Berubah Jadi Lautan Puing
-
Ferdy Sambo Akan Hadiri Pemakaman Ibunda di Sulawesi? Ini Penjelasan Keluarga
-
Laboratorium Temukan Bakteri Berbahaya di Potongan Buah Naga Menu MBG
-
Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri