- Profesor Farida Patittingi resmi berganti status dari Plh menjadi Plt Rektor UNM terhitung Rabu, 4 Februari 2026.
- Status Plt memberikan kewenangan lebih luas dibanding Plh, memungkinkan pengelolaan anggaran dan kebijakan mendesak.
- Nasib Rektor definitif, Prof Karta Jayadi, belum dipastikan Kementerian meski proses hukumnya dihentikan kepolisian.
Kecuali dalam hal pengangkatan dan pemberhentian pejabat struktural tertentu.
Secara umum, Plt memiliki kewenangan dalam mengelola anggaran serta menjalankan kebijakan strategis yang bersifat mendesak demi keberlangsungan institusi.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) ini menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan di UNM dengan penyesuaian sesuai kewenangan yang kini diembannya.
Ia juga menyatakan fokus utamanya saat ini adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran serta penataan lingkungan akademik yang lebih kondusif bagi mahasiswa.
"Saya berharap dengan status Plt ini, langkah-langkah perbaikan di lingkungan UNM dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.
Perubahan status Prof Farida ini kemudian memunculkan pertanyaan. Bagaimana dengan nasib Prof Karta Jayadi, Rektor UNM definitif yang sejak November 2025 dinonaktifkan dari jabatannya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi?
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Brian Yuliarto sebelumnya enggan berkomentar banyak mengenai kemungkinan Prof Karta Jayadi kembali menjabat sebagai Rektor UNM.
Meski proses hukum yang sempat menyeret nama Karta Jayadi telah dihentikan oleh kepolisian, Kementerian belum memastikan langkah selanjutnya.
"Nanti kita tunggu ya. Yang pasti kita masih (telaah) ini," kata Brian di Unhas, pekan lalu.
Baca Juga: Kenapa Karta Jayadi Belum Kembali Jadi Rektor UNM? Ini Jawaban Mendiktisaintek
Ditanya lebih lanjut soal peluang Karta Jayadi kembali memimpin UNM, Brian kembali menegaskan belum ada keputusan final yang diambil oleh kementerian.
"Nanti kita tunggu ya," ucapnya singkat.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa status kepemimpinan UNM hingga kini masih berada dalam fase transisi, meski kepolisian telah menghentikan penyelidikan laporan dugaan konten pornografi atau percakapan bernada mesra yang menyeret salah satu dosen berinisial QDB.
Polda Sulsel sebelumnya menyatakan penyelidikan tersebut dihentikan karena tidak memenuhi unsur pidana. Namun, pihak pelapor menyatakan proses hukum belum sepenuhnya berakhir dan masih membuka ruang untuk pengembangan laporan lain, khususnya terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).
Penonaktifan Prof Karta Jayadi sendiri dilakukan oleh Mendiktisaintek pada November 2025 seiring dengan proses disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berjalan.
Dalam situasi tersebut, Prof Farida Patittingi kemudian ditunjuk sebagai Plh Rektor UNM untuk menjaga keberlangsungan tata kelola kampus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Sahroni Minta Polisi Tembak Begal yang Resahkan Warga Makassar
-
Viral Kandang Babi di Area Gudang Farmasi Makassar, Begini Pengakuan Pemilik
-
Mentan Amran Sulaiman Perintahkan Perbaikan Tanggul Sultra Selesai 2 Minggu
-
Peneliti UNG Temukan Rahasia Awetkan Ikan Pakai Kunyit
-
Bupati Sitaro Ditahan, Kejati Sulut Bongkar Fakta Mengejutkan Dugaan Korupsi Dana Bencana