- Peneliti FKTP Universitas Negeri Gorontalo menemukan ekstrak kunyit efektif mempertahankan kesegaran ikan Beloso hingga 24 jam pada suhu ruang.
- Senyawa kurkumin dan fenol dalam kunyit bekerja sebagai antibakteri untuk menghambat mikroorganisme perusak pada ikan secara signifikan.
- Metode perendaman ekstrak kunyit 15-30 persen menjadi solusi ekonomis serta aman bagi nelayan dan pedagang ikan skala kecil.
SuaraSulsel.id - Peneliti Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menemukan penggunaan ekstrak kunyit (Curcuma domestica) sebagai pengawet alami yang efektif untuk mempertahankan kesegaran ikan segar, khususnya ikan Beloso.
"Ekstrak kunyit dapat menjadi pengawet alami untuk ikan Beloso segar, dengan masa simpan hingga 24 jam pada suhu ruang," kata peneliti sekaligus Ketua Jurusan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo Rita Marsuci Harmain di Gorontalo, Senin (11/5).
Ia mengatakan penggunaan ekstrak kunyit berpotensi sebagai pengawet alami untuk mempertahankan kesegaran ikan.
Penelitian ini mengevaluasi pemanfaatan kunyit sebagai solusi praktis bagi nelayan dan pedagang kecil yang memiliki keterbatasan akses terhadap es batu atau listrik.
Kandungan senyawa aktif dalam kunyit, terutama kurkumin dan fenol, berperan sebagai agen anti bakteri yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak seperti Salmonella, E.coli dan Staphylococcus dengan cara merusak dinding sel bakteri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi ekstrak kunyit antara 15 persen hingga 30 persen, memberikan hasil optimal dalam menjaga mutu ikan.
Beberapa temuan utama dari penelitian ini meliputi, penggunaan kunyit mampu menjaga parameter fisik ikan tanpa merusak rasa asli.
Aroma khas kunyit membantu menetralkan bau amis, sementara kandungan kurkumin memberikan pigmentasi kuning yang membuat tampilan ikan menjadi lebih cerah dan menarik.
Terjadi penurunan nilai pH sebesar 5,72 persen selama masa penyimpanan, yang mengindikasikan kestabilan kondisi asam-basa ikan dalam menghambat pembusukan.
Baca Juga: Kisah Penjual Ikan Keliling Naik Haji Setelah Menabung Puluhan Tahun
Hasil pengujian menunjukkan penurunan jumlah koloni mikrobiologi secara signifikan pada ikan yang direndam ekstrak kunyit, dibandingkan dengan kontrol, bahkan setelah penyimpanan selama 24 jam.
Peneliti menyimpulkan metode perendaman dengan ekstrak kunyit sangat aplikatif bagi industri perikanan skala kecil karena bahannya mudah didapat, ekonomis, dan 100 persen aman dikonsumsi.
Selain itu, penggunaan kunyit memberikan nilai tambah pada cita rasa ikan saat diolah lebih lanjut, baik dengan cara digoreng maupun dibakar.
Inovasi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas pada berbagai jenis ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar, sebagai alternatif pengawetan mandiri yang berbasis tanaman herbal lokal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Asap Karhutla Kepung Bandara Nabire, Dua Penerbangan Gagal Terbang
-
Gorontalo Diprediksi Dilanda Kekeringan Panjang hingga Februari 2027, Kabupaten Ini Paling Rawan
-
BRI Group Kembali Ukir Prestasi Global, Raih Enam Penghargaan dari Finance Asia
-
Gubernur Sulsel Raih Bakti Koperasi Nayaka Mahambara di Ajang Koperasi Awards 2026
-
Transaksi Qlola Tumbuh 51 Persen, BRI Perkuat Platform Digital untuk Nasabah Bisnis