- Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi banjir di Kendari dan Konawe Selatan pada Selasa, 12 Mei untuk merespons instruksi Presiden.
- Pemerintah menginstruksikan perbaikan tanggul yang jebol dalam waktu satu hingga dua minggu guna mencegah potensi bencana banjir susulan kembali terjadi.
- Kementerian Pertanian memberikan bantuan benih padi gratis seluas 2.000 hektare serta puluhan alat mesin pertanian bagi para petani terdampak banjir.
SuaraSulsel.id - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman meninjau langsung pemukiman di Kendari dan persawahan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang terdampak bencana banjir.
Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Kendari, Selasa (12/5), mengatakan kunjungan ke Bumi Anoa tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto, untuk merespons cepat keluhan masyarakat yang terdampak banjir.
"Tadi subuh saya putuskan berangkat untuk melihat langsung dan menyelesaikan masalah. Kami datang membawa solusi, bukan bawa narasi," kata Amran Sulaiman saat meninjau kawasan pemukiman di Kali Wanggu Kendari.
Dia menyebutkan berdasarkan tinjauan di lapangan, pihaknya mengidentifikasi jebolnya tanggul sebagai penyebab utama gangguan sumber air.
Untuk itu, ia menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk segera melakukan perbaikan fisik.
"Sumber masalahnya harus dibereskan. Kami minta BWS menyelesaikan perbaikan tanggul dalam waktu satu minggu. Dananya siap, alat siap, agar musibah ini tidak terulang kembali," ujar Amran Sulaiman.
Untuk sektor pertanian, Amran Sulaiman memberikan bantuan benih padi gratis untuk lahan seluas 2.000 hektare di tiga kabupaten terdampak.
Selain itu, dikerahkan bantuan alsintan berupa 20 unit traktor tangan (hand tractor) dan lima unit mesin pemanen (combine harvester) yang akan dibagikan secara proporsional oleh pemerintah daerah.
Terkait penanganan infrastruktur, Mentan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk perbaikan irigasi dan pembangunan tanggul guna mencegah banjir susulan.
Baca Juga: Banjir Kendari: 657 Rumah Terendam, Ribuan Warga Terdampak di 15 Titik Lokasi
"Sumber masalahnya harus dibereskan. Semua tanggul akan dibangun, kami sudah telepon Dirjen di Kementerian PU. Dananya siap, alat siap. Kami minta satu minggu, paling lambat dua minggu selesai agar ini tidak terjadi lagi," tegas Amran Sulaiman.
Diketahui, dalam kunjungan tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi Wakil Gubernur Sultra Hugua, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, dan sejumlah pejabat daerah guna memastikan kondisi para warga terdampak bencana banjir di Kendari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Waspada! 4.144 Lembar Uang Palsu Ditemukan di Sulsel, Ini Cara Mengenalinya
-
Limbah PT KIMA Aman, Fakta Ini Mengejutkan Warga
-
Peternak Ayam Demo Besar-Besaran, Mentan Amran: Sebelum Demo Kami Sudah Teken SK Ini
-
Semangat Kemerdekaan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan dan Gerakkan Ekonomi di Pelosok Indonesia
-
Paramitha Hilang 2 Tahun Ternyata Dibunuh Sopir Travel dan Dibuat Jadi Tengkorak