- Mal Karebosi Link dan MTC di Makassar sepi aktivitas perdagangan, dengan sedikit pedagang buka lapak
- Pedagang bertahan meski omzet minim, sementara masyarakat kelas atas cenderung menabung daripada melakukan konsumsi di pusat perbelanjaan.
- Angka pengangguran Sulawesi Selatan naik pada Februari 2025, meskipun secara statistik angka kemiskinan tercatat menurun.
Bertahan berarti tetap punya penghasilan, meski kecil. Menyerah berarti kehilangan sumber nafkah.
Di tengah biaya hidup yang terus naik, pilihan itu terasa semakin berat.
"Kalau tidak menjual, mau bagaimana lagi. Kondisinya sudah begini. Beruntungnya masih ada kerjaan, banyak yang mau kerja tapi tidak ada kerjaan," katanya.
Harapan kecil sempat tumbuh ketika pihak manajemen mengumumkan renovasi besar-besaran di MTC. Kabarnya, akan hadir sebuah supermarket untuk menarik kembali pengunjung.
"Kami berharap ramai lagi. Katanya mau buka toko Satu Sama," ujar Sastri menyimpan harapan pada perubahan yang belum tentu.
Berharap Dengan Cara Lain
Tak jauh dari lapak Sastri, Rusdi, pemilik toko ponsel mengandalkan strategi berbeda. Toko fisiknya sepi, tapi ia bertahan lewat media sosial dan jaringan pertemanan.
"Teman-teman sudah tahu kita jualan di sini. Jadi kalau cari HP, tidak susah lagi," katanya.
Bagi Rusdi, bertahan di Karebosi Link bukan sekadar soal lokasi, melainkan soal citra lama yang masih melekat di benak sebagian warga Makassar.
Baca Juga: Memasuki Babak Baru, Ini 5 Fakta Kasus Rektor UNM Non Aktif Prof Karta Jayadi
"Kalau mau sewa ruko di luar, susah. Cari lokasi strategis mahal. Di sini kan dari dulu orang tahu pusat HP harga murah," ujarnya.
Mindset itulah yang Rusdi jaga. Walau realitas di lapangan sebenarnya tak seindah ingatan masa lalu.
Orang Kaya Lebih Pilih Menabung
Sepinya Karebosi Link dan MTC bukan peristiwa tunggal. Kondisi ini berkelindan dengan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan distribusi perbaikan ekonomi yang tak merata.
Data Bank Indonesia menunjukkan, meski ekspektasi terhadap perekonomian menguat, sebagian masyarakat justru menahan belanja.
Kelompok menengah atas cenderung memilih menabung ketimbang berbelanja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
SEHATI Bantu Orang Tua Kenali Risiko Perilaku Anak Sejak Dini
-
Jeritan Buruh Outsourcing: Tak Ada Skincare, yang Penting Anak Bisa Sekolah
-
Gagal Jadi Direksi PAM-TM? Ini Motif Oknum Polisi Mengamuk di Rumah Wali Kota Palopo
-
Oknum Polisi yang Terobos Rumah Wali Kota Palopo Diperiksa Propam
-
Rekaman CCTV Detik-detik Oknum Polisi Panjat Pagar Rumah Wali Kota Palopo Sambil Bawa Senjata Tajam