- Polisi menangkap pria berinisial SHM atas dugaan pembunuhan istrinya di sebuah rumah kontrakan, Kecamatan Tamalate, Makassar, pada Senin.
- Korban berinisial AN ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka pada bagian leher di lokasi kejadian pada Minggu malam.
- Pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan sementara jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses visum.
SuaraSulsel.id - Polisi menangkap seorang pria berinisial SHM (21) yang diduga membunuh istrinya, AN (24), dengan sebilah pisau di rumah kontrakan mereka di Jalan Mannuruki VI, Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Pelaku sudah diamankan. Barang buktinya antara lain pisau yang diduga digunakan pelaku, telepon seluler, serta pakaian korban," ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latif di Makassar, Senin (15/6).
Latif menjelaskan kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai dugaan pembunuhan di sebuah rumah kontrakan berbentuk rumah panggung di Jalan Mannuruki VI pada Minggu (14/6) sekitar pukul 21.30 WITA.
Petugas yang tiba di lokasi menemukan seorang perempuan tergeletak bersimbah darah di dalam rumah.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan tim Inafis dan Dokpol Polda Sulawesi Selatan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Saat anggota tiba di TKP, korban ditemukan sudah tergeletak di lantai. Korban seorang perempuan dengan luka pada bagian leher. Berdasarkan bahan keterangan sementara, pelaku diduga suaminya sendiri," katanya.
Mengenai motif kejadian tersebut, Latif mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap keterangan pelaku yang ditangkap di salah satu klinik dekat Markas Brimob, pada Senin dini hari.
"Untuk sementara motifnya belum diketahui karena pemeriksaan masih berlangsung. Korban dan pelaku tinggal bersama di rumah kos tersebut. Luka yang terlihat secara kasat mata berada di bagian leher korban," ujarnya.
Setelah olah TKP dilakukan oleh tim Inafis dan Dokpol serta sejumlah barang bukti diamankan, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk keperluan visum dan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Penjelasan Unhas Terkait 28 Mahasiswa Disebut Diskor Karena Kritik Program MBG
"Korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Informasi sementara berdasarkan identitas yang dimiliki korban, AN berusia 24 tahun dan berasal dari Kabupaten Jeneponto," kata Latif.
Ketua RT 001/RW 004 Kelurahan Mannuruki Muhammad Muzakkar mengatakan dirinya menerima laporan dari warga mengenai seorang penghuni kos yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar.
"Saya langsung berkoordinasi dengan ketua RW dan menuju lokasi kejadian. Informasi awal yang kami terima, korban diduga dibunuh oleh suaminya. Korban tinggal di rumah kos ini dan belum genap satu tahun menempati. Mereka juga memiliki seorang anak berusia sekitar satu tahun," katanya.
Menurut Muzakkar, warga sekitar tidak mendengar adanya keributan maupun tanda-tanda kekerasan sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban bekerja di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makassar.
"Menurut keterangan keluarga, baik korban maupun suaminya dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Korban bekerja di SPPG, namun kami tidak mengetahui posisi pekerjaannya," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Basarnas Makassar Kerahkan KN SAR Kamajaya Cari Korban KMP Virgo Transport 8
-
Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini
-
Pertamina Janji Dua Hari ke Depan Kondisi SPBU di Makassar Normal
-
BPH Migas Beberkan Alasan SPBU di Makassar Terus Diserbu Warga
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes