- 30 Organisasi Masyarakat Sipil Sulsel Kawal Pemilu menolak wacana pengembalian Pilkada ke tangan DPRD.
- Penolakan muncul karena mekanisme tidak langsung merampas hak kedaulatan rakyat dan membuka transaksi politik.
- OMS khawatir kepala daerah terpilih akan sibuk melayani elit partai, bukan fokus pada pelayanan publik.
SuaraSulsel.id - Gelombang penolakan terhadap wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan DPRD terus menguat.
Di Sulawesi Selatan, sebanyak 30 organisasi yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Sulsel Kawal Pemilu resmi menyatakan sikap melawan wacana tersebut.
Samsang Syamsir, anggota OMS Sulsel Kawal Pemilu, menegaskan bahwa wacana yang digulirkan sejumlah partai politik.
Seperti Golkar, PKB, Demokrat, dan PSI ini bukanlah solusi, melainkan langkah mundur bagi Indonesia.
"Ini bukan solusi demokrasi, tapi langkah mundur yang berbahaya. Pilkada langsung adalah buah dari perjuangan reformasi," tegas Samsang pada Selasa (20/1/2026).
Lantas, apa saja alasan kuat di balik penolakan massal ini? Berikut adalah 5 poin krusial yang menjadi sorotan mereka:
1. Merampas Hak dan Kedaulatan Rakyat
Pilkada langsung menempatkan rakyat sebagai pemegang mandat tertinggi sesuai UUD 1945.
Jika dikembalikan ke DPRD atau ditunjuk pemerintah pusat, hak politik warga untuk memilih pemimpinnya sendiri dianggap telah dicabut secara paksa.
Baca Juga: Viral Penumpang Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Makassar Terekam Main Judol
Rakyat tidak lagi memiliki posisi tawar untuk menuntut akuntabilitas pemimpin mereka.
2. Menumbuhkan "Transaksi Politik" di Ruang Gelap
OMS Sulsel mengkhawatirkan pemilihan melalui DPRD hanya akan menjadi ajang transaksi politik yang tidak sehat.
Kepala daerah yang terpilih nantinya bukan berdasarkan kapasitas atau kebutuhan rakyat, melainkan hasil "deal-dealan" tertutup antar-elit partai.
3. Kepala Daerah Bakal Sibuk "Bayar Utang" ke Elit
Jika dipilih oleh DPRD, loyalitas kepala daerah diprediksi akan bergeser.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah