- 30 Organisasi Masyarakat Sipil Sulsel Kawal Pemilu menolak wacana pengembalian Pilkada ke tangan DPRD.
- Penolakan muncul karena mekanisme tidak langsung merampas hak kedaulatan rakyat dan membuka transaksi politik.
- OMS khawatir kepala daerah terpilih akan sibuk melayani elit partai, bukan fokus pada pelayanan publik.
Alih-alih fokus pada pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat, mereka berpotensi lebih sibuk membayar "utang politik" kepada partai pengusung dan elit yang telah memilih mereka.
4. Ketakutan Akan Kembalinya Era Otoriter
Mekanisme pemilihan tidak langsung dinilai akan memperkuat sentralisasi kekuasaan.
Calon pemimpin daerah akan lebih tunduk pada pimpinan partai di Jakarta daripada mendengarkan aspirasi lokal.
OMS Sulsel memperingatkan bahwa penyempitan partisipasi rakyat adalah pintu masuk menuju pemerintahan yang otoriter.
5. Biaya Mahal Hanya Dalih, Masalah Ada di Internal Partai
Terkait alasan biaya Pilkada langsung yang mahal, OMS Sulsel menilai itu adalah alasan yang menyesatkan.
Menurut mereka, tingginya biaya politik disebabkan oleh praktik internal partai seperti mahar politik dan politik uang.
"Kalau biaya politik mahal, kenapa rakyat yang harus dikorbankan? Seharusnya partai yang berbenah," tegas Samsang.
Baca Juga: Viral Penumpang Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Makassar Terekam Main Judol
Siapa saja yang menolak? Koalisi ini tidak main-main. Sebanyak 30 organisasi ini terdiri dari berbagai latar belakang.
Mulai dari aktivis anti-korupsi, Lembaga Bantuan Hukum (LBH), organisasi pers, perhimpunan advokat, hingga organisasi disabilitas di Sulawesi Selatan.
Mereka pun menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mengawal kedaulatan rakyat. "Kami tidak akan diam. Kedaulatan rakyat bukan untuk ditawar!".
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah