-
Video viral penumpang mobil dinas DPRD Makassar bermain judi online memicu kecaman keras publik karena penyalahgunaan fasilitas negara yang dibiayai pajak untuk aktivitas ilegal yang merusak moral serta ekonomi.
-
Kendaraan operasional tersebut diketahui milik Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suharmika, namun hingga kini belum ada klarifikasi resmi mengenai identitas penumpang yang terekam sedang asyik bermain judi online tersebut.
-
Kasus ini menyoroti lemahnya keteladanan pejabat publik dalam menggunakan fasilitas negara, di tengah upaya serius pemerintah memberantas judi online yang telah merugikan banyak lapisan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
SuaraSulsel.id - Sebuah video yang merekam penumpang mobil dinas tengah asyik bermain judi online (judol) mendadak viral di media sosial dan memicu gelombang kritik publik.
Mobil dinas dengan pelat merah DD 8 A itu terekam melintas di jalanan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan belakangan diketahui merupakan aset pemerintah kota Makassar.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun media sosial Trending Makassar. Dalam rekaman singkat itu, pengendara sepeda motor yang berada tepat di belakang mobil dinas merekam layar ponsel penumpang mobil tersebut.
Terlihat jelas, penumpang yang duduk di kursi baris kedua sisi kanan tengah memainkan aplikasi judi online di ponselnya saat kendaraan melaju di jalan umum.
Aksi itu sontak menuai kecaman warganet.
Pasalnya, kendaraan yang digunakan merupakan mobil dinas yang operasionalnya dibiayai negara, sementara judi online saat ini tengah gencar diberantas pemerintah karena dinilai merusak sendi sosial dan ekonomi masyarakat.
Dari penelusuran, mobil dinas tersebut diketahui merupakan kendaraan yang melekat pada Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suharmika Hasir.
Ia merupakan legislator Partai Golkar yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Golkar Makassar.
Namun hingga kini, belum dapat dipastikan apakah sosok yang terekam dalam video tersebut adalah Andi Suharmika sendiri atau orang lain yang menumpang kendaraan dinas tersebut.
Baca Juga: Ada Apa? Paru-paru 60 Ribu Warga Makassar Akan Diperiksa
Meski begitu, publik tetap menyoroti peristiwa ini sebagai bentuk kelalaian dalam penggunaan fasilitas negara.
Andi Suharmika lahir di Ujung Pandang pada 29 Maret 1995. Ia merupakan putra politisi senior Golkar, Andi Hasir.
Pendidikan tingginya ditempuh di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada periode 2013-2017.
Karier politiknya dimulai pada Pemilu 2019.
Saat itu, ia berhasil mengamankan satu kursi di DPRD Kota Makassar dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Makassar.
Pada Pemilu 2024, Andi Suharmika kembali terpilih untuk periode kedua dengan perolehan suara tertinggi di Daerah Pemilihan (Dapil) III Makassar, yakni sebanyak 7.700 suara.
Berita Terkait
-
Ada Apa? Paru-paru 60 Ribu Warga Makassar Akan Diperiksa
-
Wali Kota Makassar Murka Lihat Pegawai Duduk Santai Merokok di Jam Kerja
-
Eks Dosen UIM Ludahi Kasir Resmi Jadi Tersangka, Tapi..
-
Jalan Nasional Baru Diperbaiki Sudah Hancur, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek
-
Lebih 350 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir Makassar
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Hoaks atau Fakta? Surat Bupati Gowa Minta Mediasi Gubernur Sulsel
-
Mulai 1 Agustus, Makassar Tak Lagi Terima Sampah Campuran di TPA Tamangapa
-
17 Saksi Diperiksa Kejari, Siapa Otak Skandal Jual Beli Jabatan Kepsek Makassar?