- Ispikani Sulsel menginisiasi pengembangan Kelurahan Lakkang, Makassar, menjadi kawasan ekowisata mangrove terpadu berbasis konservasi serta pemberdayaan masyarakat lokal.
- Pengembangan kawasan seluas 300 hektare ini bertujuan mengintegrasikan wisata alam, edukasi lingkungan, dan penguatan ekonomi melalui sektor perikanan.
- Pelatihan pengolahan hasil perikanan bagi warga lokal dilakukan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan serta kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
SuaraSulsel.id - Gagasan menjadikan Kelurahan Lakkang Kota Makassar sebagai kawasan ekowisata mangrove terpadu terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Tidak hanya mengandalkan potensi alam, pengembangan kawasan delta di tengah Kota Makassar itu juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan, UMKM, dan edukasi lingkungan.
Inisiatif tersebut digagas Ikatan Sarjana Perikanan Sulawesi Selatan (Ispikani Sulsel) yang melihat Lakkang memiliki modal besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Sekretaris Jenderal Ispikani Sulsel, Ziaul Haq Nawawi, mengatakan Lakkang memiliki keunggulan yang sulit ditemukan di wilayah lain.
Kawasan seluas sekitar 300 hektare yang diapit Sungai Tallo dan Sungai Pampang itu masih memiliki ekosistem mangrove, tambak, lahan pertanian, serta keanekaragaman hayati yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.
"Ini bisa menjadi cikal bakal ekowisata mangrove terpadu Lakkang yang menggabungkan wisata alam, edukasi lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat," kata Ziaul Haq Nawawi yang akrab disapa Cawi, Selasa (9/6).
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat setempat.
Selain potensi wisata, sejumlah persoalan dasar seperti pengelolaan sampah, akses transportasi, dan konservasi mangrove juga harus menjadi perhatian bersama.
Komitmen mendorong peningkatan ekonomi masyarakat juga terlihat melalui pelaksanaan Workshop Bandeng Cabut Duri yang melibatkan kelompok pengolah hasil perikanan di Lakkang.
Baca Juga: Intip Rahasia TPA Tamangapa Makassar Kelola Limbah Cair Berbahaya
Koordinator Penyuluh Perikanan Kota Makassar, Rachmady Azis, menilai pelatihan tersebut bukan sekadar mengajarkan teknik pengolahan hasil perikanan, tetapi juga membangun mental kewirausahaan masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi sumber pendapatan baru.
"Pelatihan teknis bandeng tanpa duri bukan hanya mempraktikkan salah satu produk hasil perikanan, tetapi lebih kepada pengembangan diri untuk berkreasi dalam menjawab tantangan ekonomi. Peningkatan ekonomi hanya bisa diwujudkan melalui inovasi, kerja keras, dan pemanfaatan potensi lokal secara optimal," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Lakkang Burhan berharap berbagai pelatihan yang diberikan kepada masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Ia juga menyoroti perlunya dukungan sarana pengelolaan sampah sebagai bagian penting dalam mewujudkan Lakkang sebagai destinasi wisata yang bersih dan nyaman.
"Kami berharap potensi yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi titik awal peningkatan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, kami juga membutuhkan incinerator, perahu pengangkut sampah, serta TPS3R untuk mendukung penanganan sampah di Lakkang," katanya.
Ketua Pokja Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Kota Makassar yang juga Wakil Ketua Bidang Inovasi Koperasi dan UMKM Ispikani Sulsel, Rahma Hidayati Maharuddin, mengatakan keterlibatan kelompok pengolah perikanan, khususnya kaum perempuan, menjadi faktor penting dalam pengembangan ekonomi lokal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Unhas Ungkap Riwayat Akademik Siti Zahra, Dokter Internship Ditemukan Tewas di Kalibata City
-
Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret
-
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu