- Polresta Kendari menahan tersangka AK (26) karena dugaan penipuan dana umrah senilai Rp1,8 miliar terhadap 144 calon jamaah.
- Tersangka AK menipu korban di Sulawesi Tenggara menggunakan nama perusahaan resmi, namun dana masuk rekening pribadi dengan skema "dokumen terbang."
- Pelaku dijerat pasal UU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, menghadapi ancaman hukuman 6-8 tahun penjara dan denda besar.
SuaraSulsel.id - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menahan seorang pria berinisial AK (26) tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jamaah umrah yang mengakibatkan kerugian warga tersebut mencapai Rp1,8 miliar.
Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka di Kendari, mengatakan tersangka AK menjalankan aksinya dengan mencatut nama perusahaan perjalanan resmi PT Travelina Indonesia yang berbasis di Jakarta, untuk menjaring jamaah di wilayah Sulawesi Tenggara.
"Tersangka AK menggunakan modus operandi seolah-olah sebagai perwakilan resmi Travelina di Kendari. Namun, uang setoran dari jamaah masuk ke rekening pribadi tersangka, bukan ke rekening perusahaan," kata Edwin, Rabu (4/3).
Berdasarkan hasil penyidikan, tercatat sebanyak 144 orang menjadi korban dalam perkara tersebut, terdiri dari 64 orang jamaah umrah dan 80 orang calon jamaah umrah.
Para korban dijadwalkan berangkat pada Maret 2026, namun keberangkatan tersebut batal terlaksana dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp1,8 miliar.
Edwin menjelaskan tersangka menjalankan bisnisnya dengan sistem "dokumen terbang" atau menyerupai skema ponzi. Dana dari jamaah yang mendaftar belakangan digunakan untuk memberangkatkan jamaah sebelumnya.
Sistem ini kemudian macet saat terjadi kenaikan harga musim tertentu (high season), sehingga jamaah gagal diberangkatkan.
"Motif utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan ekonomi pribadi melalui penghimpunan dana jamaah tersebut. Kami juga menyita barang bukti berupa spanduk travel, paspor jamaah, kuitansi pendaftaran, hingga tiket pesawat yang sudah hangus," jelasnya.
Atas perbuatannya, kata Edwin, tersangka dijerat dengan Pasal 122 juncto Pasal 115 dan atau Pasal 124 juncto Pasal 117 Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, serta pasal terkait dalam KUHP. Tersangka terancam hukuman pidana 6 - 8 tahun penjara serta denda maksimal Rp2 miliar.
Baca Juga: Kondisi Terkini Ratusan Jemaah Umrah Asal Sulsel di Arab Saudi, Travel Batalkan Keberangkatan
Edwin juga menyampaikan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui apakah ada keterlibatan pihak lain dalam operasional travel ilegal tersebut.
Kapolresta Kendari mengimbau masyarakat agar memastikan legalitas penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) sebelum menyetorkan dana.
"Dampak dari kasus ini, kami melihat travel-travel di Sultra mulai menyadari pentingnya izin resmi. Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Agama, saat ini belum ada travel di Sultra yang mengantongi izin PPIU secara mandiri," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Alasan Cari Makan, Tiga Terduga Pelaku Penyelundupan Batu Hitam Kabur dari Kantor Polisi
-
Korban Koma 10 Hari, Misteri Tabrak Lari di Gowa Akhirnya Terkuak Berkat Jejak Ini
-
Dosen UIN Alauddin Makassar Jadi Dosen Tamu di AS, Bahas Dialog Antaragama
-
Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi
-
Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan