- Cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang melanda Sulawesi Tengah pada Kamis (8/1/2026), menyebabkan dampak signifikan.
- Di Donggala, banjir merendam 15 rumah dan satu Posyandu, serta sebuah jembatan penghubung di Balaesang Tanjung terputus.
- Angin kencang di Palu mengakibatkan kerusakan serius pada atap enam rumah di Kelurahan Kawatuna, menimbulkan kerusakan fisik.
SuaraSulsel.id - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada Kamis (8/1/2026).
Akibatnya, belasan rumah di Kabupaten Donggala terendam banjir, sementara sejumlah bangunan di Kota Palu mengalami kerusakan serius akibat terjangan angin.
Sungai Meluap, Jembatan Putus
Intensitas hujan yang tinggi sejak pagi hari memicu meluapnya air sungai di Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng mencatat sedikitnya 15 rumah warga dan satu unit Posyandu di Desa Tanahmpulu terendam air.
Plt. Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, mengonfirmasi bahwa meski banjir sempat merendam jalan desa, kondisi saat ini mulai kondusif.
"Laporan tim di lapangan menunjukkan tidak ada korban jiwa maupun pengungsi. Saat ini air sudah perlahan surut," jelas Asbudianto di Palu, Kamis.
Namun, kendala serius terjadi di Desa Malei, Kecamatan Balaesang Tanjung. Sebuah jembatan penghubung terputus akibat terjangan air, sehingga kendaraan roda empat belum dapat melintas.
Pihak BPBD kini mendesak pengadaan alat berat untuk normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan.
Baca Juga: Korban Meninggal Banjir Bandang Pulau Siau jadi 17 Orang, 2 Warga Hilang
Atap Rumah Terbang Diterjang Angin Subuh
Tak hanya banjir, bencana hidrometeorologi juga menghantam Ibu Kota Sulawesi Tengah.
Sekitar pukul 03.30 WITA, angin kencang disertai hujan lebat menyapu wilayah Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Irfan Suebo, mengungkapkan sebanyak enam rumah warga rusak parah pada bagian atap.
"Angin kencang bertiup dari utara ke selatan selama beberapa jam. Enam rumah di Kawatuna terdampak langsung pada bagian atapnya," kata Irfan.
Waspada Saluran Air Tersumbat
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Sidang Etik Dimulai! Bongkar Peran 6 Polisi dalam Kematian Bripda Dirja Pratama
-
Cerita Warga Makassar di Bawah Bayang-Bayang Rudal Perang AS-Iran
-
Ramadan di Makassar Diwarnai 'Perang' Senjata Mainan, Ini Perintah Wali Kota
-
Berapa Lama AS Akan Bombardir Iran? Ini Jawaban Trump
-
Mudik Lebaran 2026: Ini Daftar Rute Kapal Gratis dari Kendari ke Raha dan Baubau