Muhammad Yunus
Kamis, 08 Januari 2026 | 16:03 WIB
Jembatan penghubung di Desa Malei Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah tidak dapat dilalui kendaraan roda empat akibat banjir, Kamis (8/1/2026) [Suara.com/ANTARA/HO-BPBD Sulteng]
Baca 10 detik
  • Cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang melanda Sulawesi Tengah pada Kamis (8/1/2026), menyebabkan dampak signifikan.
  • Di Donggala, banjir merendam 15 rumah dan satu Posyandu, serta sebuah jembatan penghubung di Balaesang Tanjung terputus.
  • Angin kencang di Palu mengakibatkan kerusakan serius pada atap enam rumah di Kelurahan Kawatuna, menimbulkan kerusakan fisik.

Selain kerusakan bangunan, wilayah Palu Barat juga sempat mengalami luapan air yang mengganggu aktivitas pagi warga.

Menanggapi hal ini, Irfan Suebo mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

"Kami sangat berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke drainase. Saluran yang tersumbat menjadi pemicu utama air meluap ke permukiman saat hujan lebat," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, koordinasi antarwilayah terus dilakukan untuk memastikan seluruh dampak kerusakan terdata dan tertangani dengan cepat.

Load More