Jembatan penghubung di Desa Malei Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah tidak dapat dilalui kendaraan roda empat akibat banjir, Kamis (8/1/2026) [Suara.com/ANTARA/HO-BPBD Sulteng]
Baca 10 detik
- Cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang melanda Sulawesi Tengah pada Kamis (8/1/2026), menyebabkan dampak signifikan.
- Di Donggala, banjir merendam 15 rumah dan satu Posyandu, serta sebuah jembatan penghubung di Balaesang Tanjung terputus.
- Angin kencang di Palu mengakibatkan kerusakan serius pada atap enam rumah di Kelurahan Kawatuna, menimbulkan kerusakan fisik.
Selain kerusakan bangunan, wilayah Palu Barat juga sempat mengalami luapan air yang mengganggu aktivitas pagi warga.
Menanggapi hal ini, Irfan Suebo mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
"Kami sangat berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke drainase. Saluran yang tersumbat menjadi pemicu utama air meluap ke permukiman saat hujan lebat," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, koordinasi antarwilayah terus dilakukan untuk memastikan seluruh dampak kerusakan terdata dan tertangani dengan cepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila