- Pemprov Sulsel tingkatkan kewaspadaan pasca dugaan penculikan anak di Makassar pada 26 November 2025.
- Sekda Sulsel terbitkan surat imbauan Satpol PP perketat pengawasan dan tingkatkan sinergi patroli wilayah.
- Korban penculikan di Manggala ditemukan selamat berkat rekaman CCTV dan laporan cepat dari masyarakat sekitar.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meningkatkan kewaspadaan menyusul kembali munculnya kasus dugaan penculikan anak di Makassar.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menerbitkan surat imbauan resmi kepada seluruh Satpol PP kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan di ruang publik dan wilayah rawan kejahatan anak.
Imbauan itu tertuang dalam Surat Nomor 338/17265/SATPOL PP, yang menyoroti maraknya kasus penculikan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap anak di sejumlah wilayah Sulsel dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah meminta agar seluruh aparat Satpol PP meningkatkan kesiagaan, termasuk patroli, sinergi dengan Satlinmas, dan edukasi kepada masyarakat.
Surat imbauan tersebut terbit setelah kasus terbaru yang menggemparkan publik, yaitu dugaan penculikan anak di Perumnas Antang, Blok 6, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Rabu, 26 November 2025.
Korban adalah bocah laki-laki berusia 4 tahun bernama Ibrahim.
Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’Longan mengatakan pelaku merupakan pria lanjut usia, Herianto (72).
Polisi masih menelusuri motif di balik tindakan tersebut, apakah termasuk tindak pidana penculikan atau ada faktor lain seperti kondisi psikologis pelaku.
"Sejauh ini kami masih mendalami motif dari terduga pelaku mengambil anak tersebut. Kami juga sementara mengambil keterangan dari keluarga korban," ujar Semuel saat dikonfirmasi Kamis 27 November 2025.
Baca Juga: Dari Makassar ke Chiangmai: Rahasia Ananda Raehan Tetap Profesional dan Nyaman di Timnas U22
Namun proses pemeriksaan tidak mudah. IMH merupakan anak dengan kebutuhan komunikasi terbatas, sehingga keterangan korban harus diberikan dengan pendampingan orang tua.
"Perlu pendampingan dari orang tuanya karena anak ini kurang bisa berbicara," kata Semuel.
Terungkap Berkat CCTV
Pengungkapan kasus ini berawal dari rekaman CCTV yang merekam saat pelaku membawa pergi korban.
Video tersebut menyebar cepat di berbagai grup WhatsApp warga Antang. Informasi dari masyarakat kemudian mengarahkan polisi menuju wilayah Pacerakkang, tempat korban akhirnya ditemukan.
"Saat videonya beredar, ada warga mengaku melihat anak tersebut. Anggota kami lalu menjemputnya," jelas Semuel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Begini Ketinggiannya
-
Warga Loncat Dari Toko Saat Gempa Guncang Manado, Begini Kondisinya
-
Beli Infinix Hot 60 Pro Di Blibli Bisa Retur Dan Dua Jam Sampai, Benarkah?
-
Gedung KONI Manado Rusak, BMKG: Gempa Akibat Deformasi Kerak Bumi
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara: Satu Warga Tewas Tertimpa Kanopi