- Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah utara laut Maluku pada Kamis pagi, 2 April 2026, pukul 06.48 WITA.
- Guncangan kuat tersebut dirasakan warga di Manado dan Minahasa Utara hingga memicu kepanikan serta kerusakan infrastruktur di lokasi.
- Seorang warga lanjut usia bernama Deice Lahia meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan kanopi di Gedung KONI, Kota Manado.
SuaraSulsel.id - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi, (2/4/2026), sekitar pukul 06.48 WITA.
Guncangan yang berlangsung cukup lama itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Peristiwa ini tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga menelan korban jiwa.
Mengutip beritamanado.com -- jaringan Suara.com, seorang warga lanjut usia bernama Deice Lahia (69) dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan kanopi di Gedung Hall B KONI Manado
Wakapolda Sulawesi Utara, Brigjen Pol Awi Setiyono, yang turun langsung ke lokasi, menyebut insiden itu terjadi akibat runtuhnya bagian kanopi di sisi utara gedung.
“Kanopi sebelah utara gedung KONI roboh dan menimpa warga yang berada di sekitar lokasi. Satu orang dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya kepada awak media di lokasi kejadian.
Jenazah korban segera dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Manado untuk pemeriksaan forensik lebih lanjut.
Aparat kepolisian bersama tim gabungan turut melakukan pengamanan area dan membantu proses evakuasi warga
Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Manado dan sekitarnya pada Jumat pagi (2/4/2026) sekitar pukul 06.48 WITA.
Baca Juga: Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Tsunami Kecil Terdeteksi: Maluku Utara dan Sulawesi Utara dalam Siaga!
Berdasarkan data dari BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo 7,6 dengan pusat berada di Northern Molucca Sea atau bagian utara laut Maluku.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat di Manado dan Minahasa Utara, membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Sejumlah warga dilaporkan berkumpul di area terbuka guna menghindari potensi bahaya dari bangunan.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait kerusakan besar maupun korban jiwa, namun pihak berwenang terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato
-
TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu
-
Unhas Kirim Tim Medis dan Mahasiswa KKN Tanggap Bencana ke NTT
-
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?