Muhammad Yunus
Kamis, 02 April 2026 | 09:17 WIB
Sejumlah orang di dekat reruntuhan gedung KONI Sario Manado, Sulawesi Utara, pasca gempa bumi, Kamis (2/4/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, pada Kamis pagi pukul 05.48 WIB.
  • Aktivitas deformasi kerak bumi menyebabkan gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik yang terasa di berbagai wilayah Sulawesi dan Maluku.
  • BMKG mendeteksi tsunami di beberapa titik wilayah dengan ketinggian bervariasi serta mencatat adanya 11 gempa susulan hingga pukul 06.50 WIB.

SuaraSulsel.id - Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyebutkan gempa yang terjadi di barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara pada Kamis pagi, akibat aktivitas deformasi kerak bumi .

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi," kata dia dalam laporan terima ANTARA dari Stasiun Geofisika Manado di Manado, Kamis (2/4).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa bumi tersebut dirasakan di Kota di Ternate dengan intensitas V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan).

Di Ibu dengan intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Kota Manado dengan intensitas IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Gempa juga terasa di Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dengan intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato dengan intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut berpotensi tsunami dengan status siaga di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan bagian selatan, Minahasa Utara bagian selatan.

Status waspada di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, Bolaang Mongondow bagian selatan.

Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut "Tide Gauge" tsunami telah terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dengan ketinggian 0,30 meter, Bitung pada pukul 06.15 WIB dengan ketinggian 0,20 meter, Sidangoli pada pukul 06.16 WIB dengan ketinggian 0,35 meter.

Baca Juga: Gempa M 7,6 Guncang Sulawesi Utara: Satu Warga Tewas Tertimpa Kanopi

Di Minahasa Utara pada pukul 06.18 WIB dengan ketinggian 0,75 meter, dan di Belang pada pukul 06.36 WIB dengan ketinggian 0,68 meter.

Hingga pukul 06.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,5.

Dia berharap, warga memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Pada Kamis, pukul 05.48.14 WIB wilayah barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 7,6, sedangkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25° LU, 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 kilometer.

Load More