- BPBD Sultra mencatat 244 bencana dari Januari hingga Oktober 2025, didominasi banjir dan puting beliung (masing-masing 67 kasus).
- Bencana banjir tertinggi terjadi di Kota Kendari (12 kasus), sementara puting beliung paling sering melanda Muna Barat (17 kasus).
- BPBD Provinsi kendala intervensi logistik untuk bencana lain karena stok dalam kondisi kosong.
SuaraSulsel.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat banjir dan angin puting beliung mendominasi dari total 244 bencana yang terjadi di wilayah Bumi Anoa pada periode Januari hingga Oktober 2025.
Kepala BPBD Sultra La Ode Saifuddin saat ditemui di Kendari, mengatakan data bencana tersebut berdasarkan laporan dari 17 kabupaten/kota telah dimasukkan ke Aplikasi E-Pelaporan BPBD Sultra sebagai dasar pemantauan dan pelaporan kejadian di daerah.
"Menurut data banjir dan puting beliung masing-masing tercatat sebanyak 67 kasus, sehingga total mencapai 134 kasus atau lebih dari 54 persen dari keseluruhan bencana yang terjadi," kata Saifuddin, Kamis (27/11).
Dia menyebut bencana banjir tersebut terjadi di 11 daerah dengan kasus tertinggi terdapat di Kota Kendari (12 kasus), Muna Barat (sembilan kasus), dan Konawe Selatan (delapan kasus).
"Sementara untuk puting beliung tersebar di 10 daerah, Muna Barat menjadi wilayah paling sering dilanda ada total 17 kasus, lalu Kendari dan Kolaka Timur masing-masing 12 dan delapan kasus," ujarnya.
Saifuddin juga mengungkapkan terdapat jenis bencana lain yang tercatat signifikan, yakni gempa bumi sebanyak 33 kali yang terbanyak terdapat di daerah Muna Barat, tanah longsor 28 kasus, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdapat 36 kasus.
Dia menyampaikan ada kendala besar dalam intervensi penanganan bencana yang lebih luas di tingkat provinsi.
"Untuk bencana lain (selain banjir), kami belum dapat memberikan intervensi secara maksimal karena buffer stock logistik BPBD Provinsi dalam kondisi kosong," kata Saifuddin.
Ia menambahkan bahwa penuh dari provinsi baru dapat dilakukan jika BPBD kabupaten/kota yang terdampak sudah tidak mampu menangani sendiri dan BPBD Sultra telah menerima proposal permintaan bantuan resmi dari daerah.
Baca Juga: Gubernur Sulsel: Fokus Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Saat Musim Hujan
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Skenario Bohong Kematian Bripda Dirja Runtuh, Kapolda Sulsel: Korban Disiksa Usai Subuh
-
Viral, Pelesetkan Ayat Al-Qur'an Saat Live Facebook, Dua IRT di Bulukumba Diciduk Polisi
-
5,3 Juta Orang Diprediksi Masuk Sulsel, Tujuh Masjid Disiapkan Tampung Pemudik
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli
-
Heboh! Dua Notaris di Sulbar Diperiksa Polda Metro Jaya, Ada Apa ?