- Tim Buser77 Polresta Kendari menangkap residivis pencuri motor bernama Nuriyamin alias Aril di Morowali pada 22 November.
- Pelaku merupakan tersangka utama dalam laporan kehilangan motor Yamaha N-Max milik korban SU pada 26 Oktober.
- Nuriyamin telah melakukan total 150 aksi pencurian sepanjang tahun 2025 bersama satu rekan DPO.
SuaraSulsel.id - Tim Buser77 Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), membekuk seorang residivis pencuri motor yang telah beraksi di 150 tempat kejadian perkara (TKP) sepanjang tahun 2025.
Kepala Sat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau saat ditemui di Kendari, Senin (24/11), mengatakan bahwa pelaku bernama Nuriyamin alias Aril (29), tersebut dibekuk setelah melarikan diri di wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 13.20 Wita.
"Kasus ini bermula dari laporan korban berinisial SU (45), yang kehilangan sepeda motor Yamaha N-Max DT 3521 AI pada Minggu (26/10). Motor yang disimpan di dalam rumah raib saat korban bangun untuk salat subuh, sementara pintu depan rumah ditemukan terbuka dan jendela ruang tamu tercungkil. Selain motor, sejumlah barang lain turut hilang, termasuk laptop, dompet berisi identitas, dan berkas pekerjaan," kata Welliwanto Malau.
Dia menyebutkan bahwa berdasarkan dari laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan sempat mengamankan pelaku, akan tetapi saat itu pelaku sempat melarikan diri hingga memaksa petugas melakukan pengejaran lintas daerah.
"Dan Alhamdulillah, tim berhasil menangkap pelaku di Morowali," ujarnya.
Welliwanto Malau mengungkapkan bahwa dalam penangkapan tersebut pihaknya menyita satu unit sepeda motor Yamaha N-Max milik korban dan satu unit ponsel sebagai barang bukti.
Dari hasil interogasi, pelaku mengakui melakukan pencurian tersebut bersama rekannya yang kini berstatus DPO bernama Risal.
"Keduanya masuk ke rumah korban dengan mencungkil jendela, lalu membawa kabur motor dan barang berharga lainnya. Motor hasil curian dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup pelaku," ungkap Welliwanto Malau.
Dia menjelaskan bahwa hasil interogasi mendalam terhadap pelaku, ia juga mengakui rekam jejak kriminal panjang.
Baca Juga: Mengapa Penipuan Online di Sulawesi Tenggara Meledak dalam 4 Tahun Terakhir?
Pelaku mengaku telah melakukan 41 kasus curanmor di Kota Kendari, lima kasus di luar kota, serta enam kasus pencurian dengan pemberatan dengan membobol rumah.
"Total aksinya pada 2025 mencapai 150 TKP, termasuk aksi pencurian selama 16 hari pelariannya di Kota Kendari, Konawe, Konawe Utara, hingga Morowali," jelasnya.
Welliwanto Malau juga menambahkan jika pelaku tersebut merupakan residivis yang telah empat kali menjalani proses hukum serupa pada 2012, 2016, 2019, dan 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Makassar, Masker Gratis Mulai Dibagikan ke Sekolah-sekolah
-
Kebakaran Hutan Karst Maros-Pangkep Ancam Lukisan Prasejarah Berusia 45.000 Tahun
-
Bom Perang Dunia Ditemukan di Pinrang
-
Gara-gara Asap, 1.070 Penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Gagal Terbang
-
Uang Melayang Setengah Miliar Lebih, Janji Lulus Kedokteran Unhas Ternyata Cuma Tipu-tipu