- Sela, pedagang songkok musiman di depan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, merasakan penurunan omzet signifikan dua tahun terakhir.
- Penjualan songkok yang biasanya ramai sebelum puasa kini sepi, mencerminkan perlambatan daya beli masyarakat di wilayah tersebut.
- Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sulsel stabil, namun menghadapi tantangan pada investasi asing (FDI) dan tingginya ICOR.
SuaraSulsel.id - Hujan turun sejak subuh di pelataran Masjid Al Markaz Al Islami, Rabu pagi itu. Air masih menetes dari sela-sela tenda sederhana yang dipasang di trotoar.
Di antara bunyi rintik, Sela (46) terlihat sibuk duduk menyusun songkok satu per satu.
Jam baru menunjukkan pukul 07.00 Wita.
"Dibuka saja, siapa tahu ada yang beli," katanya, setengah tersenyum.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan adalah musimnya. Ia bukan pedagang tetap.
Hanya di bulan puasa, Sela menjajakan kopiah di sekitar masjid terbesar di Makassar itu. Dua hari sebelum puasa dimulai, ia sudah lebih dulu membuka lapak.
Di hadapannya, berderet songkok banyak model hingga songkok recca--kopiah khas Bugis yang dianyam dengan motif tradisional.
Harganya bervariasi. Mulai Rp60 ribu hingga Rp140 ribu.
"Yang paling mahal itu songkok recca. Dianyam, jadi memang lebih tinggi harganya," ujarnya.
Baca Juga: Daftar Lengkap Promo Buka Puasa 45 Hotel dan Restoran di Makassar, All You Can Eat Mulai 49K
Modal yang ia keluarkan tahun ini sekitar Rp9 juta. Barang-barang diambil dari Pasar Sentral Makassar.
Jika tak habis terjual, ia simpan rapi untuk Ramadan tahun berikutnya.
Dulu, Ramadan selalu menjadi bulan panen. Ia bisa membawa pulang omzet hingga Rp20 juta.
Pembeli sudah ramai bahkan sebelum puasa dimulai. Orang-orang membeli songkok untuk salat tarawih pertama.
Sekarang suasananya berbeda.
"Dua tahun ini pembeli tidak seperti dulu," katanya pelan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU