- Putri Wakil Ketua DPRD Sulsel Gerindra, Yasika Aulia, mengelola 41 dapur Program MBG Sulsel.
- Dasco menyatakan, partai akan segera menertibkan dugaan monopoli.
- BGN menegaskan aturan maksimal 10 dapur per yayasan di satu provinsi.
"BGN menetapkan bahwa satu yayasan hanya boleh mengelola 10 dapur pada provinsi yang sama. Kalau dia pindah provinsi hanya lima, sudah pasti, kecuali yayasan-yayasan yang berafiliasi dengan institusi. Sudah kami batasi," kata Dadan, Senin (17/11).
Dadan menambahkan, proses seleksi mitra dilakukan secara profesional melalui portal resmi tanpa melihat latar belakang pendaftar.
"BGN tidak pernah tahu siapa yang mendaftar soal itu. Sebab kami dasarnya profesionalisme, kelengkapan, dan kesanggupan."
Siapakah Yasika?
Skala bisnis yang dikelola Yasika melalui Yayasan Yasika Group miliknya memang tidak main-main.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, investasi untuk satu dapur bisa mencapai Rp1,5 miliar. Dengan 41 dapur, total investasi yang dibutuhkan bisa menyentuh angka Rp61,5 miliar.
Potensi keuntungannya pun sangat menggiurkan.
Jika setiap dapur melayani 3.000 siswa dan mengambil keuntungan bersih Rp2.000 per porsi, maka Yasika berpotensi meraup keuntungan hingga Rp246 juta per hari atau sekitar Rp6,3 miliar per bulan.
Angka ini jauh melampaui pendapatan resmi ayahnya sebagai Wakil Ketua DPRD Sulsel yang diperkirakan sekitar Rp56 juta per bulan.
Baca Juga: Guru yang Teraniaya di Luwut Raih Keadilan: Peran Pak Dasco Luar Biasa
Yasika Aulia sendiri memberikan pembelaan. Menurutnya, keberadaan dapur-dapur tersebut justru memberdayakan ekonomi lokal.
“Soal dapur MBG itu untuk menggerakkan ekonomi lokal. Sebab, kami perlu pasokan bahan baku dari petani, peternak, dan pekebun," kata Yasika Aulia.
Ayahnya, Yasir Machmud, adalah seorang politisi sekaligus pengusaha sukses dengan total harta kekayaan mencapai Rp92,1 miliar berdasarkan LHKPN per 31 Desember 2024.
Sebelum terjun ke politik dan terpilih sebagai anggota dewan pada Pileg 2024, Yasir memiliki rekam jejak panjang sebagai direktur dan komisaris di berbagai perusahaan.
Menanggapi potensi penyalahgunaan dalam program, BGN telah meluncurkan kanal aduan Sahabat Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI) di nomor 127 yang beroperasi 24 jam untuk menampung laporan dari masyarakat, termasuk dugaan monopoli dan penyalahgunaan SPPG.
Tag
Berita Terkait
-
Guru yang Teraniaya di Luwut Raih Keadilan: Peran Pak Dasco Luar Biasa
-
Dasco Gerak Cepat! 2 Guru Luwu Utara yang Dipecat Langsung Direhabilitasi Presiden Prabowo
-
2 Guru Luwu Utara Dipecat karena Galang Bantuan untuk Honorer, Akan Mengadu ke Dasco
-
Mahasiswa Demo Tuntut Evaluasi Serius PSN di Luwu Timur
-
Buruh Mengaku Disiksa Polisi Terkait Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Pra Peradilan
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
Dari Sabrina hingga BRImo, Inovasi Layanan BRI Berbuah 36 Penghargaan
-
Anak Buah Bahlil Ungkap Biang Kerok Antrean BBM di Bali: Jangkar Kapal Tersangkut
-
Wajah Baru Jalan Burung-Burung ke Bili-Bili Gowa, Kini Lebih Cantik dan Penuh Warna
-
Maling Kabel Tembaga Berkedok Petugas PLN di Sigi Akhirnya Tertangkap
-
JK Ungkap Sisi Gelap Demokrasi Liberal Indonesia: Banyak Pejabat Tidak Punya Kapasitas