Muhammad Yunus
Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:29 WIB
Ilustrasi Hasil Ikan Laut. (unsplash/richard belly)
Baca 10 detik
  • Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge Bulukumba melakukan ekspor perdana hampir satu ton ikan segar ke Arab Saudi, Jumat (9/1).
  • Program KNMP bertujuan meningkatkan produktivitas nelayan lokal dan memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.
  • Fasilitas KNMP mendukung ekspor, dengan eksportir menawarkan permintaan lanjutan mencapai 2,5 ton ikan per hari.

SuaraSulsel.id - Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan ekspor perdana hampir satu ton ikan segar ke Arab Saudi.

Sekaligus menandai langkah awal pengembangan pasar internasional bagi nelayan pesisir.

Pelepasan ekspor berlangsung Jumat (9/1), di KNMP Bentenge.

Ikan hasil tangkapan nelayan setempat dibawa menggunakan mobil pendingin menuju Makassar, sebelum diterbangkan ke Jeddah pada hari yang sama.

Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Trian Yunanda dalam keterangan pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, mengatakan program KNMP dirancang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pasar.

“Dari yang tadinya lokal kini merambah pasar internasional,” ujar dia, Sabtu (10/1).

Lebih lanjut ia mengatakan pembangunan infrastruktur KNMP Bulukumba sudah memasuki tahap akhir.

KKP telah menyalurkan fasilitas pendukung berupa mobil pendingin, kapal, mesin kapal, hingga alat tangkap, yang nantinya dikelola koperasi.

Trian mengatakan KNMP Bentenge juga dilengkapi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN), bengkel kapal, kios perbekalan, balai nelayan.

Baca Juga: 9 Orang Terombang-ambing di Selat Makassar Diselamatkan Kapal Perang TNI AL

Serta fasilitas rantai dingin berupa pabrik es portabel, coolbox, mobil pendingin, dan gudang beku.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba Muh Thaiyeb Maningkasi menyebut kehadiran KNMP akan mendukung pengembangan sektor perikanan daerah.

“Jika sudah beroperasi penuh, aktivitas perikanan akan kami pusatkan di sana,” katanya.

Thaiyeb optimistis ekspor ikan Bulukumba akan terus meningkat.

Setelah pengiriman perdana ikan kerapu macan dan tenggiri hampir satu ton, eksportir menawarkan tambahan permintaan hingga 2,5 ton per hari.

Menurut dia, fasilitas penyimpanan berpendingin atau cold storage dan mobil pendingin yang tersedia di KNMP akan membantu nelayan memenuhi tingginya permintaan tersebut.

Load More