- Viral Rubicon Berpelat Palsu di Mapolrestabes Makassar
- Ramli menegaskan surat-surat kendaraan lengkap dan pelat sudah diganti dengan yang resmi
- Publik menilai aparat seharusnya menjadi teladan dalam menaati hukum
SuaraSulsel.id - Sebuah video berdurasi singkat memperlihatkan mobil mewah jenis Jeep Rubicon terparkir di halaman Mapolrestabes Makassar.
Sekilas mobil berwarna orens itu tampak biasa saja. Hingga warganet menyadari ternyata pelat nomor kendaraan itu palsu.
Mobil dengan pelat DD 501 JR itu terekam dalam video dan langsung ramai dibahas di berbagai platform media sosial.
Banyak yang bertanya-tanya, mengapa mobil sekelas Rubicon bisa menggunakan pelat bodong apalagi jika berada di lingkungan markas kepolisian.
Tak butuh waktu lama, rasa penasaran warganet berubah jadi gerakan investigatif kecil-kecilan.
Mereka menelusuri nomor pelat tersebut melalui aplikasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan. Berharap menemukan data pajak kendaraan yang sesuai.
Namun hasilnya mengejutkan. Pelat DD 501 JR tak terdaftar dalam sistem resmi di aplikasi Basul Mobile milik Bapenda.
Fenomena ini sontak mengingatkan publik pada kasus serupa beberapa waktu lalu. Ketika sebuah Rolls-Royce berpelat gantung melintas di Jalan AP Pettarani, Makassar.
Polisi bahkan mengejar pemilik kendaraan itu dan menilangnya.
Baca Juga: Anggota Geng Motor Tewas di Makassar: Tabrak Mobil Boks, Ada Busur di Tangan!
Warganet menduga penggunaan pelat palsu pada kendaraan mewah dilakukan untuk menghindari tilang Etle dan kewajiban pajak.
Penelusuran berlanjut. Belakangan diketahui, mobil Rubicon berpelat palsu itu bukan milik warga biasa, melainkan Kepala Seksi Hukum Sipropam Polrestabes Makassar, AKP H Ramli.
Mengetahui videonya viral, Ramli pun buka suara.
Ia membenarkan bahwa mobil Rubicon tersebut memang miliknya. Namun, membantah bahwa pelat nomor itu digunakan untuk tujuan tertentu.
"Iya memang masalah pelat. Tapi surat-surat lengkap, dan sudah dikonfirmasi juga dari Propam," ujarnya, Minggu, 12 Oktober 2025.
Ramli mengklaim penggunaan pelat palsu itu terjadi tanpa sengaja. Ia menyebut, pelat itu terpasang karena lupa dilepas setelah bepergian keluar daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
BRI Bagikan Strategi Kelola Keuangan untuk Generasi Muda di Era Digital
-
Targetkan 1.500 Pelari, Begini Keseruan Rute PIP Makassar Run 10,5K
-
Asal Usul Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Terbongkar Usai Longsor Maut
-
Ribuan Warga Makassar Salat Minta Hujan
-
Lahan Pembangunan Jembatan Kembar Barombong Diklaim 4 Pihak