SuaraSulsel.id - Tim Unit Reserse Mobile (Resmob) Polda Sulawesi Selatan akhirnya membekuk dua tersangka pelaku penipuan bernama La Tamming (37) laki-laki dan Yamma (32) perempuan.
Yang melakukan penipuan terhadap korbannya dengan menjual ponsel murah bermerek di media sosial (medsos) TikTok.
"Kedua pelaku ditangkap pada lokasi berbeda. Yamma di Kabupaten Wajo dan La Tamming di Kabupaten Sidrap. Keduanya diduga melakukan penipuan penjualan ponsel di TikTok. Modusnya, ilegal akses ITE," kata Panit I Resmob Polda Sulsel Iptu Dendi Eriyan saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Senin 25 Agustus 2025.
Kasus ini terungkap saat korban mahasiswa asal Kabupaten Gowa melapor ditipu. Setelah membeli ponsel merek iPhone terbaru dengan harga Rp5 juta.
Ia tergiur iklan penjualan ponsel murah di aplikasi TikTok.
Korban lalu menghubungi pelaku di aplikasi tersebut untuk mendapatkan barangnya itu.
Selanjutnya pelaku berkomunikasi dan mengarahkan komunikasi lanjutan melalui aplikasi WhatsApp.
"Korban diminta mentransfer biaya pengiriman dan lainnya sebesar Rp5 juta. Belakangan, setelah korban memenuhi permintaan, barang tidak pernah sampai dan tidak dikirim," ungkap Dendi.
Pengungkapan kasus tersebut bermula setelah tim Resmob menelusuri keberadaan pelaku dengan melacaknya melalui aplikasi khusus pencarian, hingga akhirnya mereka ditangkap.
Baca Juga: Langgar Jam Malam di Kabupaten Sidrap, Pelajar Dimasukkan ke Pesantren
Hasil interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya melakukan penipuan dengan modus menjual ponsel bermerek dengan memanfaatkan aplikasi TikTok untuk menipu calon pembelinya.
Peran pelaku Yamma bertugas sebagai operator yang menjalin komunikasi dengan calon korbannya setelah terjerat.
Sedangkan peran La Tamming adalah otak dari perbuatan penipuan tersebut.
"Yamma ini perempuan anak buah yang menjalankan penipuan itu (jual ponsel murah). Dan La Tamming, laki-lakinya itu merupakan bosnya," ungkap dia.
Selain mengamankan pelaku, petugas turut menyita barang bukti berupa tujuh ponsel android, dua buah tas, dan satu dompet.
Kedua pelaku ini telah diserahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel untuk diproses hukum.
"Pelaku dan barang buktinya sudah diamankan, dan untuk pemeriksaan lebih lanjut di tahan di sel Ditreskrimsus Polda Sulsel guna menjalani pemeriksaan tim penyidik untuk pengembangan kasusnya," katanya.
Pihaknya mengimbau serta menyarankan kepada masyarakat utamanya pengguna medsos agar tidak mudah terpengaruh, apalagi tergiur barang-barang murah yang dijual di aplikasi di bawah harga aslinya. Sebab, bisa jadi itu adalah modus penipuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045