Namun, jika PHK tetap dilakukan, Jayadi menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil kedua belah pihak untuk dimediasi oleh tim mediator Disnaker guna mencari solusi yang adil.
Selain menangani kasus PHK, Disnaker Sulsel juga menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Termasuk pendataan korban PHK dan pemetaan peluang kerja.
Disnaker pun berupaya mengatasi pengangguran lewat berbagai program. Termasuk rencana menggelar job fair bersama career center perguruan tinggi dan perusahaan dalam waktu dekat.
"Kami tunggu momentum yang tepat, terutama setelah kelulusan siswa SMA, SMK, dan mahasiswa. Kami ingin alumni yang tidak melanjutkan pendidikan bisa segera masuk pasar kerja," tambahnya.
Jayadi juga mengungkap bahwa beberapa kawasan industri di Indonesia Timur, seperti di wilayah Halmahera, tengah membuka banyak lowongan kerja.
Disnaker akan menjembatani proses rekrutmen agar pencari kerja Sulsel bisa terserap ke sana.
Angka Pengangguran Naik 238 Ribu Orang
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat jumlah pengangguran di provinsi ini mencapai 238.800 orang per Februari 2025.
Angka ini berasal dari total angkatan kerja sebanyak 4,82 juta orang di Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Kota MICE Makassar Terancam Mati Suri: Hotel Terpaksa PHK Imbas Pemangkasan Anggaran Pemerintah
Kepala BPS Sulsel, Aryanto, mengatakan, jumlah tersebut meningkat 8.123 orang atau setara 3,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Februari 2024, yang mencatat 230.670 pengangguran.
"Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulsel per Februari 2025 tercatat sebesar 4,96 persen, naik tipis 0,06 persen poin dari tahun sebelumnya," kata Aryanto dalam pernyataan resminya, Senin, 5 Mei 2025.
Dengan angka tersebut, artinya dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar lima orang di antaranya tidak memiliki pekerjaan.
TPT laki-laki tercatat lebih tinggi dibanding perempuan. Yakni sebesar 5,40 persen, meningkat 0,30 persen poin.
Sementara TPT perempuan justru mengalami penurunan menjadi 4,26 persen, atau turun 0,32 persen poin dibanding Februari 2024.
Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, pengangguran tertinggi berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yakni sebesar 8,52 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045