- Pemprov Sulsel melaksanakan Program MYP 2025–2027 melalui Pekerjaan Preservasi Jalan Paket IV senilai Rp615,6 miliar.
- Paket IV mencakup penanganan 15 ruas jalan provinsi strategis sepanjang 286,80 km di beberapa kabupaten.
- Penanganan ruas Impa-Impa–Anabanua mencakup rekonstruksi, pemeliharaan, dan pengaspalan, ditargetkan rampung Maret 2026.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan melalui Program Multi-Year Project (MYP) 2025–2027.
Salah satu yang tengah berjalan yakni Pekerjaan Preservasi Jalan Paket IV yang dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC).
Paket IV memiliki nilai kontrak sekitar Rp615,6 miliar dengan total panjang penanganan mencapai 286,80 kilometer.
15 ruas jalan yang ditangani tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone, yang seluruhnya merupakan jalan provinsi strategis.
Salah satu ruas yang saat ini dalam tahap pengerjaan adalah Impa-Impa–Anabanua sepanjang 16,9 kilometer di Kabupaten Wajo.
Ruas ini dikenal sebagai urat nadi jalan poros provinsi yang menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.
HSE (Health, Safety, and Environment) Officer PT Nindya Karya (Persero), Hadyan Rashidi, menjelaskan terkait penanganan ruas Impa-Impa–Anabanua dilakukan secara komprehensif.
Salah satunya pada ruas penanganan pertama pada segmen dua, tepatnya di sekitar Masjid Imaduddin Tancung, Kecamatan Tanasitolo.
“Di sini sedang dilakukan pekerjaan LPA (Lapisan Pondasi Atas) Aggregat kelas A,” ujar Hadyan di lokasi pengerjaan, Sabtu, 11 Januari, 2025.
Baca Juga: Disnakertrans Sulsel Perluas Edukasi K3 Hingga Sektor UMKM
Bahwa, penanganan ruas Impa-Impa–Anabanua mencakup rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin kondisi, serta rehabilitasi minor dan mayor, termasuk pekerjaan pengaspalan atau hotmix.
“Pemeliharaan rutin juga sudah dilaksanakan di ruas ini,” jelasnya.
Ia menerangkan, tahapan pekerjaan diawali dengan identifikasi kondisi eksisting untuk menentukan jenis penanganan yang tepat.
Untuk pekerjaan minor, dilakukan terlebih dahulu penanganan jalur pemandu tertentu (JPT) seperti pembangunan talud dan pembatas jalan.
Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan ke Lapisan Pondasi Atas (LPA) Aggregat kelas A , kemudian masuk ke pekerjaan mayor hingga tahap akhir berupa pengaspalan (hotmix).
“Namun, semua penanganan tetap menyesuaikan sesuai kondisi setiap area segmen di lapangan,” kata Hadyan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar