- Wacana Provinsi Luwu Raya menguat ditandai aksi demonstrasi warga pada 12 Januari 2025 menuntut pemekaran wilayah.
- Calon provinsi ini meliputi empat daerah: Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur, dengan populasi 1,23 juta jiwa.
- Pemekaran didorong harapan kemandirian ekonomi dan kendala jarak layanan dari pusat pemerintahan Sulsel saat ini.
SuaraSulsel.id - Wacana pembentukan Provinsi Luwu Raya kembali menguat.
Senin, 12 Januari 2025, warga menggelar aksi demonstrasi dan memblokade jalan nasional di Kabupaten Luwu Utara. Tuntutannya satu, Luwu Raya segera dimekarkan dan berdiri sebagai provinsi baru.
Aksi tersebut menandai babak baru dari aspirasi lama masyarakat Tana Luwu. Bahkan dukungan terbuka datang dari kepala daerah.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim juga ikut turun ke lapangan dan berorasi bersama warga pada Senin, 5 Januari 2025 lalu.
Jika rencana pemekaran terwujud, Provinsi Luwu Raya rencananya akan terdiri dari empat daerah, yakni Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur.
Total penduduk wilayah ini diperkirakan mencapai sekitar 1,23 juta jiwa, dengan bentang geografis yang luas dan beragam, dari pesisir Teluk Bone hingga kawasan pegunungan di perbatasan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.
Secara historis, Palopo memiliki peran penting dalam pembentukan identitas Luwu Raya. Kota ini awalnya berstatus daerah administratif sejak 1986 dan merupakan bagian dari Kabupaten Luwu.
Baru pada 2002 Palopo resmi menjadi kota otonom. Saat ini, Palopo memiliki luas wilayah 247,52 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 184.681 jiwa.
Kabupaten Luwu sendiri memiliki luas wilayah 3.098,97 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 305.521 jiwa. Uniknya, Luwu menjadi salah satu kabupaten di Indonesia dengan wilayah yang tidak menyatu akibat pemekaran Palopo.
Baca Juga: Kepala Daerah Dipilih DPRD? Parpol di Sulawesi Selatan Terbelah
Wilayahnya berbatasan dengan Luwu Utara dan Palopo di utara, Teluk Bone di timur, Wajo di selatan, serta Tana Toraja dan Enrekang di barat.
Tiga daerah lain di Luwu Raya - Luwu Utara, Luwu Timur, dan Palopo - pada dasarnya merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Luwu.
Kawasan ini dikenal dengan sebutan Bumi Sawerigading, merujuk pada tokoh legendaris dalam epik I La Galigo, dengan semboyan "Wanua Mappatuo Naewai Alena" yang berarti tanah yang subur dan mampu menghidupi dirinya sendiri.
Kabupaten Luwu Utara yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 1999 memiliki luas wilayah 7.502,58 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 327.820 jiwa.
Wilayah ini merupakan yang paling utara di Sulawesi Selatan, dengan karakter geografis yang lengkap pantai, dataran rendah, hingga pegunungan.
Secara administratif, Luwu Utara terdiri dari 15 kecamatan, 7 kelurahan, dan 166 desa, dengan delapan sungai besar yang mengalir di wilayahnya, termasuk Sungai Rongkong sepanjang 108 kilometer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Kota Kendari Kembali Diguncang Gempa Pagi Ini, Begini Penjelasan BMKG
-
Banyak Hadiah Mobil dan Motor! Cara Pemprov Sulsel Rayu Warga agar Taat Bayar Pajak
-
Viral Napi Korupsi Asyik Ngopi di Luar Rutan, Petugas Pengawal Langsung Dicopot
-
1,9 Juta Kendaraan di Sulsel Nunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp1,7 Triliun
-
Saksi Sejarah Konflik Poso-Ambon Buka Suara Soal Polemik Ceramah Jusuf Kalla: Tidak Masuk Akal..