Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Senin, 20 Mei 2024 | 14:32 WIB
Rahman memperlihatkan foto jasad cucunya, Nur Qailah saat ditemukan di TPA Antang, kota Makassar, Sulsel [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara Tambing]

"Kalau pun jatuh, pasti ada terdengar bunyi. Sementara dekat lokasi itu banyak orang saat sore, masa tidak ada yang lihat kalau jatuh," ucapnya.

"Kalau korban juga tenggelam, pasti terangkat naik ke permukaan tiga atau empat jam setelahnya, tapi ini tidak," bebernya.

Kejanggalan lain adalah tubuh korban dipastikan hancur jika berada di pintu kanal. Sebab, sampah di pintu itu setiap harinya diangkut ke truk menggunakan mesin.

"Pasti bagian kepala dan tubuhnya hancur karena kita lihat mesin pengangkut sampah ke mobil itu giginya tajam. Tapi ini tubuhnya masih utuh, hanya luka-luka dan ada robek di bagian perut," ucapnya.

Baca Juga: Emak-emak Tampar Polisi di Kota Makassar Jadi Tersangka

Saat ditemui di rumahnya pada Senin, 20 Mei 2024, Rahman menceritakan detik-detik Nur Qailah atau Ela dinyatakan hilang. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 17 Mei 2024 menjelang maghrib.

Kata Rahman, sebelum kejadian, korban sedang bermain bersama kakeknya. Tak jauh dari rumah mereka di Jembatan Merah, Kecamatan Mamajang.

"Karena kan ada juga rumah neneknya (dari mama), di sebelah jembatan yang pinggir kanal. Dia sering kesana. Pas kejadian, dia lagi main sama kakek satunya," sebutnya.

"Nah, saat maghrib kakeknya ke sini sambil bawa sepedanya. Dia cari, mana Qailah. Jadi kita bilang tadi kan ikut kamu, dia bilang tidak ada. Dari situ kita langsung cari ramai-ramai karena sudah hilang," lanjutnya.

Hingga larut malam, hasil pencarian nihil. Warga sekitar pun menduga korban disembunyikan setan di pohon mangga.

Baca Juga: Penyebab Kematian Anak 3 Tahun di Makassar Masih Misterius, Keluarga: Tubuh Penuh Luka

"Sampai besok siangnya kami masih mencari dan tidak membuahkan hasil," kata Rahman.

Load More