SuaraSulsel.id - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 siap menghadapi musim Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dengan memberikan pelayanan yang maksimal dan optimal melalui sarana dan prasarana yang tersedia di semua pelabuhan kelolaan.
Hal itu diungkapkan Regional Head 4 Pelindo, Enriany Muis, saat menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi V DPR RI yang membidangi Infrastruktur dan Perhubungan di Ruang Serbaguna Lantai 7 Kantor Pelindo di Makassar, beberapa waktu lalu.
Regional Head 4 Pelindo, Enriany Muis mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan langkah-langkah proaktif untuk memastikan kesiapan operasional yang optimal menjelang musim Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Fasilitas yang ada di pelabuhan dioptimalkan, sumber daya manusia ditingkatkan, dan solusi logistik terbaru diterapkan untuk memastikan penanganan kargo dan kapal berjalan dengan lancar,” kata Enriany.
Dia menambahkan, Pelindo Regional 4 juga telah melakukan koordinasi untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan pelayaran, Kantor Otoritas Pelabuhan, Bea Cukai, intansi terkait lainnya, dan pemerintah setempat.
“Kolaborasi ini bertujuan untuk menyederhanakan proses dan memastikan kelancaran arus barang dan penumpang,” imbuhnya.
Regional Head 4 Pelindo juga menegaskan bahwa keselamatan penumpang, awak kapal, dan pekerja pelabuhan tetap menjadi prioritas utama. Dalam hal ini, pihaknya menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat, termasuk pemeliharaan rutin peralatan dan peningkatan pengawasan keamanan.
“Tahun ini kami menyambut musim Nataru dengan berbagai kesiapan operasional yang optimal. Kami juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.”
Dia menambahkan, selain berbagai fasilitas yang telah ada, pihaknya kini juga telah menambah fasilitas di terminal penumpang, yakni ruang tunggu sementara (RTS) seperti yang saat ini tersedia di Pelabuhan Makassar.
Baca Juga: Waspada Uang Palsu Jelang Natal dan Tahun Baru, Bank Indonesia: Cek Setiap Transaksi
“Terkait dengan ruang tunggu sementara, jadi memang kami menyediakan ruang tunggu itu untuk penumpang yang kalau bahasa di penerbangan yaitu connecting flight, atau penumpang transit. Dan memang realisasinya, dari 22 pelabuhan kelolaan di Regional 4, kebanyakan penumpang yang naik dan turun adalah di Pelabuhan Makassar,” terang Enriany.
Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI mengatakan bahwa pelabuhan laut sangat penting dan menjadi perhatian pihaknya.
“Terutama yang juga menjadi perhatian kami adalah penumpang kapal. Jangan sampai ada miskomunikasi dengan para penumpang, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya.
Dia menuturkan bahwa ini adalah pekerjaan rutin semua stakeholder yang terlibat di dalam pelayanan masyarakat dalam rangka menyambut musim Natal dan Tahun Baru. “Oleh sebab itu semua pihak harus menjalankan tupoksinya masing-masing sesuai dengan sistem dan prosedur (sisdur) yang ada.”
“Namun sejauh ini kami melihat bahwa insya Allah akan berjalan dengan baik. Seminimum mungkin terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan. Semuanya sudah siap,” tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jaksa Gadungan Ditangkap di Kendari
-
Harta Karun Terpendam di Mamuju: Logam Tanah Jarang untuk Industri Masa Depan
-
Terisolir dari Akses Kesehatan, Nasib Warga Pinrang Harus Berjuang di Jalan Rusak Demi Berobat
-
Pengamat: Geng Motor di Makassar Tak Bisa Diselesaikan dengan Represi Semata
-
Makassar Darurat Geng Motor, Kapolres: Jangan Biarkan Anak Keluar Malam