Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Rabu, 22 November 2023 | 08:55 WIB
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf saat memandu lelang buah semangka untuk Palestina di Kebun Bersama Desa Bontosunggu, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, Senin (20/11/2023) [SuaraSulsel.id/Humas Pemkab Bulukumba]

"Lelang itu bukan soal nilainya, tapi gengsinya," sambung Bupati berlatar pengusaha tersebut.

Kepala Desa Bontosunggu Palalloi Arif mengutarakan bahwa beberapa hari lalu, petani di desanya telah melakukan penjualan buah semangka secara offline maupun online untuk Palestina.

"Hari ini lelang harga semangka. Sebelumnya Jumat lalu, seratusan lebih semangka dibawa dan dijual di depan Islamic Center Dato Tiro. Cepat sekali habis. Mungkin karena ada spanduk untuk Palestina," urai Palalloi yang mengaku warganya termotivasi karena buah semangka juga menjadi simbol Palestina.

Menurut Palalloi, potensi buah semangka di Desa Bontosunggu sangat menjanjikan. Dengan hitung-hitungan ekonomi, hasil penjualan semangka lebih tinggi dibandingkan dengan hasil panen padi.

Baca Juga: Penyuluh Agama Kristen Peduli Kemanusiaan Konflik Israel-Palestina

"Ada warga kami yang menanam semangka hasilnya Rp30 jutaan, dengan rincian padi hanya Rp7 jutaan. Bahkan ada satu keluarga di sini mendapat Rp100 jutaan hasil penjualan semangka," kata dia.

Hingga saat ini, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada Rakyat Palestina, donasi bantuan terus digalang oleh berbagai elemen di Kabupaten Bulukumba sejak terjadi serangan oleh tentara Israel kepada wilayah Palestina.

Bantuan dari masyarakat maupun dari lingkup pemerintah itu disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba.

Load More