SuaraSulsel.id - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyiapkan bantuan Rp300 ribu per orang kepada nelayan, tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja/PHK, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai dampak PPKM level 3.
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan bantuan tersebut bersumber dari pemda setempat dan akan diberikan pada orang yang benar-benar terdampak Covid-19.
"Kami akan salurkan sebesar Rp300 ribu per orang, karena ini kita bicara individu, bukan bicara perusahaannya, tetapi kita bicara individu orang per orang," kata Sulkarnain di Kendari, Rabu (28/7/2021).
Meski demikian, Sulkarnain menuturkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap mereka yang benar-benar terdampak PPKM mikro sebagai upaya mengendalikan penyebaran Covid-19.
"Sementara sedang kita data. Data base kita kurang lebih ada 8 ribu kemarin yang terdampak. Tapi, kita update dulu sampai hari Jumat (30/7/2021)," ujarnya.
Dalam proses pendataan, pemerintah setempat memastikan orang yang menerima benar-benar ada dan bukan fiktif serta memastikan orang yang yang diberi bantuan memiliki nomor rekening Bank Sultra.
Wali Kota mengatakan setelah pendataan rampung, maka penyaluran akan dilakukan pada Senin (1/8/2021) di mana penyalurannya melalui rekening Bank Sultra sehingga tidak lagi mengumpulkan banyak orang demi mencegah penyebaran Covid-19.
"Insyallah Senin (1/8/2021) kita akan salurkan. Karena yang lalu kan kita sudah punya data mereka sudah punya rekening di Bank Sultra. Jadi, ini tidak perlu kumpul orang lagi karena, karena sudah masuk di rekening," jelasnya.
Sulkarnain juga mengatakan dalam penyalurannya akan dilakukan secara transparan dengan menyediakan website sehingga masyarakat bisa memantau bawa yang menerima itu betul-betul sesuai dengan kriteria dan memang yang berhak untuk menerimanya.
Baca Juga: Melonjak! Kasus Positif Covid-19 di Sultra Bertambah 311 Orang
"Yang jelas bukan berapa jumlah yang kita siapkan, tetapi berapa kebutuhannya itu yang kemudian kita coba penuhi. Ini tidak bicara berapa anggarannya, tetapi berapa jumlah penerimanya, itu yang paling penting," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Oknum Dosen Lecehkan Wanita di Minimarket Parepare, Nyaris Diamuk Massa
-
Warga Sinjai Stop Beli Gas, Pakai Biogas Kotoran Sapi
-
Suporter PSM Makassar Dilarang Keras Datang ke Ternate
-
Polri Evaluasi Total Penggunaan Senjata Api Pasca Insiden Maut di Makassar
-
PSM Makassar Terancam Degradasi, Tomas Trucha Bakal Diganti?