- Polri mengevaluasi penggunaan senjata api anggota menyusul insiden penembakan remaja di Makassar oleh Iptu N.
- Iptu N menembak tidak sengaja Bertrand Eka Prasetyo saat membubarkan tawuran senjata mainan pada Minggu (1/3).
- Korban meninggal dunia setelah sempat dibawa ke dua rumah sakit karena luka tembak bagian belakang tubuh.
SuaraSulsel.id - Polri memastikan terus melaksanakan evaluasi, termasuk penggunaan senjata api (senpi) oleh anggota.
Menyusul terjadinya kasus dugaan penembakan seorang remaja di Makassar oleh anggota Polsek Panakkukang berinisial Iptu N.
“Proses evaluasi itu, ‘kan, setiap saat. Setiap langkah-langkah dalam kegiatan operasional maupun pembinaan kepolisian, itu ada yang namanya analisa dan evaluasi, baik itu sebelum, pada saat proses perencanaan, menganalisa dan mengevaluasi pada program kegiatan sebelumnya, pada saat melaksanakan, sampai dengan pascakegiatan,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (5/3).
Dalam proses itu, sambung dia, terdapat fungsi pengawasan di berbagai tingkat guna memastikan evaluasi berjalan.
Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana menegaskan tetap memproses Iptu N yang menembak Bertrand Eka Prasetyo (18) meski tanpa disengaja ketika berusaha membubarkan perang-perangan senjata mainan.
"Tindakan yang kami lakukan adalah langsung melakukan pengamanan terhadap Iptu N, langsung melakukan pemeriksaan pada hari itu juga dan mengamankan senjatanya,” katanya.
Kasus penembakan ini terjadi pada Minggu (1/3) sekitar pukul 07.00 WITA di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar.
Ia menjelaskan, saat itu Kapolsek Rappocini melaporkan bahwa ada sekelompok pemuda bermain senapan mainan mengganggu pengguna jalan.
Para pemuda itu menembakkan senjata mainan dengan peluru jeli keras yang bisa melukai orang sekitarnya sehingga meresahkan.
Baca Juga: Kompolnas Ungkap Fakta Baru Kematian Remaja Tertembak Senjata Polisi di Makassar
Mendengar informasi tersebut, Iptu N yang menjabat Kanit Reskrim Polsek Panakkukang datang ke lokasi untuk membubarkan para pemuda.
Setibanya di lokasi, Iptu N melihat salah seorang pemuda mengganggu pengendara motor.
Ia pun turun dari mobil dan mengamankan dengan memegang pemuda itu, lalu mengeluarkan tembakan peringatan ke arah udara.
Setelah dilakukan tembakan peringatan, hanya satu yang tertangkap, yaitu Bertrand, dan pemuda lainnya melarikan diri.
Bertrand pun berusaha melarikan diri. Ketika sedang meronta, pistol yang masih dipegang Iptu N meletus dan tidak sengaja terkena bagian tubuh belakang Bertrand.
Pemuda itu pun langsung dibawa ke rumah sakit di dekat lokasi kejadian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Asal Bakar Rumput, 80 Hektare Hutan Produksi di Kolaka Timur Ludes
-
SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai
-
JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!
-
Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan
-
Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan