- PSM Makassar kalah 2-4 dari Persita Tangerang di pekan ke-24 Liga 1, Senin, 3 Maret 2026, di kandang.
- Pelatih kepala Tomas Trucha absen pasca-laga, digantikan asisten saat konferensi pers karena empat kekalahan beruntun.
- Kekalahan ini menempatkan PSM di peringkat ke-13, hanya lima poin di atas zona degradasi, memunculkan spekulasi Tony Ho.
SuaraSulsel.id - Performa PSM Makassar tengah berada dalam fase sulit.
Hasil buruk kembali menimpa Pasukan Ramang setelah menelan kekalahan telak 2-4 dari tamunya, Persita Tangerang pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin, 3 Maret 2026 itu justru berubah menjadi malam yang mengecewakan bagi tim tuan rumah.
Bermain di depan pendukung sendiri, PSM harus mengakui keunggulan Persita dalam pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit awal.
Kekalahan tersebut terasa semakin menyesakkan karena terjadi di kandang sendiri.
Situasi ini memicu kekecewaan para suporter yang memadati stadion.
Usai peluit panjang dibunyikan wasit, sebagian suporter bahkan sempat masuk ke lapangan sebagai bentuk protes atas performa tim yang dinilai terus menurun.
Di tengah situasi panas tersebut, sosok pelatih kepala PSM, Tomas Trucha justru tidak terlihat di lapangan saat pertandingan usai.
Pelatih asal Ceko itu diketahui langsung menuju ruang ganti sebelum laga benar-benar berakhir.
Baca Juga: Drama 6 Gol! Persita Bungkam PSM Makassar, Skor 4-2 Penuh Kejutan
Absennya Trucha berlanjut hingga sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Posisi pelatih kepala dalam sesi jumpa media digantikan oleh asisten pelatih Ahmad Amiruddin.
Kondisi ini semakin memperkuat tekanan yang tengah dihadapi Trucha. Pasalnya, kekalahan dari Persita membuat PSM kini mencatatkan empat kekalahan beruntun di kompetisi.
Rentetan hasil buruk tersebut membuat posisi Pasukan Ramang di klasemen menjadi rawan. Hingga pekan ke-24, PSM berada di peringkat ke-13 dengan raihan poin yang hanya terpaut lima angka dari zona degradasi.
Sejak ditangani Trucha, PSM telah menjalani 15 pertandingan dengan catatan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan sembilan kekalahan.
Statistik tersebut membuat masa depan sang pelatih kini mulai menjadi sorotan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Andi Sudirman Masuk Daftar 10 Gubernur Berkinerja Baik Versi Anak Muda
-
Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Unhas Berakhir Rusuh, Satu Mahasiswa Diamankan
-
Eks Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin Disikat Lagi oleh Kejati
-
Mark-up hingga Peserta Fiktif, Daftar Modus Korupsi Balai Pelatihan Dibongkar Kejati Sulsel
-
Gerakan Pangan Murah Nasional Digelar di Makassar