SuaraSulsel.id - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri Malam Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, di Makassar, Senin malam (22/2/2021).
Dalam agenda tersebut, Andi Sudirman menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel yang lama Firdaus Dewilmar. Termasuk mengapresiasi kinerja Firdaus Dewilmar yang telah menjabat selama kurang lebih 1 tahun 8 bulan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi dan keluarga mengungkapkan terima kasih atas segala dedikasinya selama mengemban amanah serta semoga sukses dalam amanah yang baru," ucapnya.
Wagub juga menyampaikan prestasi Firdaus selama menjabat sebagai Kajati Sulsel yang telah berhasil mengembalikan asset daerah dengan nilai menghampiri 10 triliun rupiah.
"Selama menjabat di Sulsel, Pak Firdaus sudah sangat membantu pemerintah provinsi dalam penanganan kasus hukum di daerah ini," jelasnya.
Tak hanya itu, dalam penanganan covid di Sulsel, Wagub juga mengakui kerjasama pihak kejaksaan tinggi dengan pemerintah provinsi, termasuk dalam mengawal pertumbuhan ekonomi di daerah ini untuk tetap tumbuh selama masa pandemi.
Sekedar diketahui, Kajati Sulsel yang lama Firdaus Dewilmar digantikan oleh Kajati Sulsel yang baru Raden Febrytriyanto.
Dalam malam pisah sambut itu, Wagub Sulsel juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kajati Sulsel yang baru.
"Selamat datang kepada Bapak Kajati Sulsel yang baru. Semoga bisa bersinergi dan Allah mudahkan dalam tugasnya yang baru," ungkapnya.
Baca Juga: Unggah Foto Lecehkan Anak Kecil, Akun Twitter Pria Ini Bikin Geram Warganet
Wagub pun berharap Kajati Sulsel yang baru bisa membangun sinergi yang baik dengan pemerintah provinsi khususnya dalam berkolaborasi dengan program pemerintah termasuk dalam penanganan covid di Sulsel.
Sementara itu, Kajati Sulsel yang lama Firdaus Dewilmar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Sulsel yang telah mendukung penuh penanganan kasus hukum di Sulsel.
Menurutnya, penanganan kasus di daerah ini bisa berjalan dengan baik termasuk kolaborasi Kejaksaan Tinggi dengan Pemerintah Provinsi dalam penanganan covid bisa berjalan secara maksimal, akibat kerjasama 'Team Work' yang terbangun antara Kejati, Pemprov dan unsur Forkopimda lainnya.
"Kurang lebih 1 tahun 8 bulan saya bertugas di Sulsel, kemungkinan itu relatif panjang bisa juga relatif pendek. Karena tidak banyak yang bisa kami perbuat tanpa dukungan Gubernur dan Forkopimda. Khususnya dalam mengawal program pemerintah terkait penanganan masalah covid di Sulsel dan pemulihan ekonomi nasional di daerah," tuturnya.
Sebagai penegak hukum, kata Firdaus, banyak perkara yang sudah diselesaikan pihak Kejati yang sudah lama tidak selesai. Salah satunya, terkait dengan persoalan pembebasan lahan di Kabupaten Tana Toraja untuk pembangunan bandara.
Firdaus pun menyampaikan harapannya kepada Kejati Sulsel yang baru untuk membangun kerjasama yang lebih baik lagi dan juga bisa melanjutkan program penanganan Covid-19 di Sulsel.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu