Program Wisata Covid-19 ini merupakan bentuk kerja sama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan sejumlah hotel untuk menerapkan isolasi mandiri.
Hotel-hotel di Makassar yang telah bergabung dengan program Wisata Covid-19 ini akan menjadi tempat karantina untuk orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), (OTG), dan pasien positif Covid-19.
Di hotel itu, para tamu tetap mendapatkan pelayanan seperti biasa, yakni makan, laundry, dan ditambah layanan kesehatan oleh tenaga medis. Gubernur Sulsel mengatakan tingkat kesembuhan pasien cukup tinggi, khususnya peserta wisata Covid-19 atau isolasi mandiri di hotel, begitu membantu karena didukung dengan suasana yang nyaman, makanan bergizi dan teratur, serta istirahat yang cukup.
"Virus corona ini bisa dilawan dengan imunitas tubuh yang kuat, karena imunitas yang kuat bisa diperoleh dari istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, minum vitamin, jangan cemas, jangan stres," ujarnya.
Baca Juga: Masih Ada Kolektor Kaset Pita di Kota Makassar
Setidaknya pada 4 Mei 2020 tercatat 217 orang yang mengikuti Wisata Covid-19 di Swiss Bell Hotel, dan satu persatu kembali ke rumah dalam kondisi yang lebih fit dan sudah dinyatakan negatif Covid-19.
Dari jumlah yang ikut wisata Covid-19 tersebut terdapat 11 orang santri dari 19 santri dari Pesantren Al Fatah Temboro, Jawa Timur yang kembali ke kampung halamannya di Pulau Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar setelah mendapatkan penanganan di hotel.
Dengan penanganan tersebut, tingkat kesembuhan pasien semakin signifikan mengalami peningkatan, tak heran jika kemudian Pemprov Sulsel yang dinakhodai Nurdin mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat, karena dinilai dapat menekan kasus COVID-19 melalui Program Wisata Covid-19.
Bahkan provinsi lain datang ke Sulsel untuk studi banding dan belajar tentang penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19. Pasalnya Provinsi Sulsel pernah menduduki rangking teratas kasus Covid-19 di luar Jawa, namun melalui program itu mampu menjadikan Sulsel dari zona merah menjadi zona oranye, bahkan beberapa kabupaten/kota beralih ke zona kuning hingga hijau seperti Kota Palopo dan Tana Toraja.
Namun euforia Sulsel mampu menekan kasus COVID-19 itu mulai pudar ketika memasuki penghujung 2020. Pilkada serentak 2020 pada 9 Desember dianggap salah satu pemicu peningkatan kasus COVID-19 di Sulsel, karena banyak yang tidak mengindahkan protokol kesehatan lagi saat kampanye maupun pada saat hari H Pilkada.
Baca Juga: Terekam CCTV, Bocah Pencuri Belasan Juta Uang Hotel di Makassar
Terbukti dari peta zonasi risiko COVID-19 per 20 Desember 2020 menunjukkan tidak ada lagi zona hijau di Sulsel. Mayoritas kabupaten/kota berada di zona oranye. Kecuali Pinrang dan Tana Toraja di zona kuning dan Palopo yang justru masuk zona merah, padahal sebelumnya sudah zona hijau.
Berita Terkait
-
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
-
Adu Kekayaan AKBP Arisandi vs AKBP Rise Sandiyantanti, Suami-Istri Sama-sama Jabat Kapolres!
-
Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!
-
Survei: Milenial Rela Rogoh Kocek Lebih Dalam untuk Rumah Modern Minimalis
-
Foto: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Makassar
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Aklamasi Ketua IKA Fakultas Hukum, Munafri Ajak Unhas Berkolaborasi Bangun Kota Makassar
-
Tragis! Kebakaran Dini Hari di Tallo Renggut Nyawa Lansia, 10 Rumah Ludes
-
Semangat Baru Muhammadiyah Sulsel: Bangun Gedung 13 Lantai
-
3 Wisatawan Asal Wajo Meninggal Dunia di Pantai Harapan Ammani Pinrang
-
Rahasia Desa Wunut Klaten Berdaya dengan BRI dan Sejahterakan Warganya