Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Senin, 28 Desember 2020 | 09:32 WIB
Pemakaman pasien COVID-19 di tempat pemakaman umum Kelurahan Kotasiantar Madina, Rabu 28/10. (ANTARA/HO)

“Pasien yang meninggal itu diidentifikasi dengan COVID 285. Dia baru saja pulang umrah. Sepekan kemudian mengalami diare dan batuk,” kata Nurdin.

Pasien tersebut sempat menjalani perawatan beberapa hari di RS Siloam dengan keluhan demam dan sesak napas. Ketika dilakukan foto toraks, hasilnya menunjukkan pneumonia di kedua paru-parunya.

"Pasien sempat diambil sampel untuk dikirim ke Labkes Kementerian di Jakarta. Pasien sudah meninggal, tetapi baru hari ini kita mendapatkan informasinya," kata Nurdin.

Hal itu sempat mendapat reaksi keras dari keluarga almarhum dan tetangganya. Selanjutnya kasus demi kasus pun terjadi, pengambilan paksa jenazah di RS Labuang Baji yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Baca Juga: Masih Ada Kolektor Kaset Pita di Kota Makassar

Termasuk penghalang-halangan mobil ambulans yang akan memakamkan pasien yang meninggal dinyatakan positif Covid-19 di RS Stella Maris di Pekuburan khusus Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Penambahan kasus Covid-19 pun dari Kota Makassar merambah ke 24 kabupaten/kota di Sulsel. Hingga hitungan dari puluhan menjadi ratusan dan kini sudah ribuan.

Berdasarkan data Sulsel Tanggap Covid-19 pada 26 Desember 2020, sebanyak 28.863 terkonfirmasi positif Covid-19, pasien sembuh 23.291 orang dan meninggal 575 orang.

Ilustrasi hotel murah. (Pixabay)

Program wisata Covid-19

Menyikapi pandemi Covid-19 yang tak kunjung kasusnya melandai, akhirnya Pemprov Sulsel membuat program duta wisata Covid-19 untuk pasien yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun kasusnya yang relatif ringan.

Baca Juga: Terekam CCTV, Bocah Pencuri Belasan Juta Uang Hotel di Makassar

Hal itu dimaksudkan agar rumah sakit yang khusus menangani pasien terkonfirmasi Covid-19 tidak penuh.

Load More