Kapan Hujan Turun di Sulsel? BMKG: Ada Daerah Hujannya Maret 2027

Fenomena El Nino masih kuat dan diprediksi bertahan hingga 2027

Muhammad Yunus
Selasa, 29 September 2026 | 15:58 WIB
Kapan Hujan Turun di Sulsel? BMKG: Ada Daerah Hujannya Maret 2027
Ilustrasi: Petani menunjukkan kondisi sawah yang mengalami kekeringan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). [ANTARA FOTO]
Baca 10 detik
  • BMKG menyatakan fenomena El Nino yang kuat di Sulawesi Selatan menyebabkan mundurnya awal musim hujan 2026 hingga 2027.
  • Dampak El Nino tidak memicu kekeringan berkepanjangan karena bertepatan dengan datangnya periode musim hujan di berbagai wilayah.
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan data prediksi BMKG tersebut untuk memperkuat mitigasi potensi bencana hidrometeorologi.

Musim hujan juga mulai memasuki sebagian besar wilayah Pinrang, Luwu, dan Luwu Timur, serta sebagian kecil wilayah Sidrap.

Memasuki Desember 2026, musim hujan diprediksi meluas ke sejumlah wilayah lainnya.

Wilayah yang diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada Desember antara lain Kepulauan Selayar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Makassar, Maros, Gowa, Pangkep, Barru, Soppeng, dan Parepare.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Sinjai dan Bone diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Desember. Kondisi serupa terjadi di sebagian kecil wilayah Wajo, Sidrap, Pinrang, dan Luwu Timur.

Baca Juga:Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

"Biasanya Maros November, tapi karena ada El Nino dia bergeser ke Desember," ujar Ayi.

Tidak semua wilayah Sulsel akan memasuki musim hujan pada akhir 2026. Sejumlah daerah bahkan diprediksi baru memasuki awal musim hujan pada Maret 2027.

Wilayah tersebut antara lain Sidrap dan Wajo, serta sebagian kecil Bone, Sinjai, dan Luwu.

"Itu memasuki musim hujan Maret. Ini ada karakteristik berbeda," jelasnya.

El Nino Bukan Musim

Baca Juga:Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Ayi menegaskan El Nino tidak bisa disamakan dengan musim kemarau ataupun musim hujan.

Musim hujan dan kemarau merupakan pola tahunan, sedangkan El Nino merupakan fenomena iklim yang memiliki siklus tersendiri.

"El Nino berbeda dengan musim. Musim itu tiap tahun ada kemarau dan hujan. El Nino tidak, ada siklusnya," katanya.

Berdasarkan pengamatan, siklus El Nino juga cenderung mengalami perubahan.

Jika sebelumnya fenomena tersebut dapat muncul dalam siklus sekitar tujuh tahun, kini periodenya dapat lebih cepat, sekitar empat tahun.

Karena itu, meski El Nino diperkirakan masih bertahan hingga 2027, Ayi kembali menegaskan kondisi kekeringan di Sulsel tidak akan berlangsung selama fenomena tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini